Hasil pemantauan langsung awak media Deraphukumpos menunjukkan aktivitas produksi berjalan stabil dan berdampak luas. Pada sore hari, arus pekerja yang keluar dari area penggilingan mencerminkan denyut ekonomi yang hidup—bukan hanya bagi pekerja, tetapi juga bagi pelaku UMKM seperti warung kopi dan kuliner rumahan yang ikut menikmati perputaran ekonomi harian.
Tokoh masyarakat setempat, Junaidi, menegaskan pentingnya dukungan terhadap usaha yang dibangun oleh warga lokal. Menurutnya, hingga kini hampir 250 pekerja terserap, mayoritas berasal dari lingkungan sekitar Tuban.
“Di tengah tantangan ekonomi dan maraknya pengangguran, usaha lokal seperti ini menjadi penopang penting. Ini bukan sekadar bisnis, tetapi jaring pengaman ekonomi warga,” ujarnya.
Dampak sosial-ekonomi juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil. Siti, pemilik warung kopi di sekitar lokasi, mengaku pendapatannya meningkat seiring aktivitas pekerja.
“Dulu saya sempat terkena PHK. Sekarang, alhamdulillah, warung kecil saya hidup karena pekerja sering mampir saat istirahat atau pulang kerja,” tuturnya.
Sementara itu, Muhammad Ma’syum menyampaikan bahwa sejak awal usahanya dirancang untuk tumbuh bersama masyarakat. Prioritas perekrutan warga sekitar menjadi komitmen utama, seiring upaya membangun ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.
“Usaha ini kami rintis dari nol. Ketika berkembang, kami percaya pada masyarakat sekitar untuk ikut mengelola dan bekerja. Kami senang melihat warung-warung baru tumbuh dan ekonomi sekitar bergerak,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya ketekunan dan kesabaran dalam menghadapi dinamika usaha. “Rintangan pasti ada—baik dari persaingan maupun faktor lain. Kuncinya tekun, sabar, dan selalu ingat proses awal merintis,” pungkasnya.
Ke depan, keberlanjutan usaha lokal seperti ini dinilai krusial sebagai fondasi ekonomi Tuban. Dengan kolaborasi antara pelaku usaha, masyarakat, dan dukungan lingkungan sekitar, roda perekonomian diyakini akan terus berputar dan berkembang, memperkuat ketahanan sosial serta membuka peluang baru bagi generasi berikutnya.
Penulis: Bush87
Rubrik: Ekonomi & Sosial


