DerapHukumPos.com --Kaltim Sangkulirang [11/01/2026] – Harapan besar tengah digantungkan masyarakat Kecamatan Sangkulirang Seberang kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Di tengah progres Jembatan Sungai Nibung yang hampir rampung, warga menagih janji integrasi pembangunan jalan poros dan jaringan listrik yang hingga kini masih menyisakan persoalan di lapangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (10/01/2026).
Pembangunan Jembatan Sungai Nibung telah menyentuh angka 85 persen. Jembatan ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru yang menghubungkan konektivitas wilayah pesisir Kutai Timur. Namun, kemajuan ini dinilai belum sejalan dengan kondisi infrastruktur pendukungnya.
Ketimpangan Akses: Kaubun Mulus, Nibung-Semindal Masih Tanah
Kondisi jalan dari arah Kecamatan Kaubun menuju Desa Kadungan Jaya saat ini dilaporkan telah mantap dengan konstruksi cor beton. Namun, pemandangan kontras terjadi tepat setelah melintasi Jembatan Sungai Nibung ke arah hilir.
Akses jalan yang melewati kawasan Gudang Kulit hingga ke Jalan Poros Provinsi menuju Simpang Tiga Semindal masih berupa tanah dan belum tersentuh pengaspalan. Ironisnya, selama ini pemeliharaan jalur vital tersebut justru lebih banyak mengandalkan swadaya Pemerintah Desa yang bekerja sama dengan perusahaan swasta melalui program CSR.
Menagih Janji Jalan Cor 15 Kilometer
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah realisasi janji Gubernur Kalimantan Timur terkait pembangunan jalan cor sepanjang 15 kilometer. Hingga memasuki awal tahun 2026, titik awal pengerjaan proyek tersebut masih menjadi teka-teki.
Kepala Kampung Tepian Terap, Eko Sutrisno, menyatakan bahwa masyarakat membutuhkan kepastian agar pembangunan tidak terkesan parsial atau sepotong-potong.
"Kami sangat berharap pembangunan ini selaras. Jika jembatan sudah rampung, jalan dan listrik juga harus dipersiapkan beriringan. Jangan sampai jembatannya jadi, tapi jalan pendekatnya rusak atau wilayahnya masih gelap," ujar Eko saat ditemui di lokasi pembangunan.
Ia menambahkan, ketidakjelasan titik nol pembangunan jalan 15 kilometer tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. "Kami belum tahu akan dimulai dari mana, apakah dari arah Semindal atau dari arah Gudang Kulit di Pelawan. Kami butuh sinkronisasi dari pemerintah provinsi," tegasnya.
Target Listrik Menyala Di sisi lain, perjuangan warga terkait sektor penerangan mulai menemui titik terang. Enam desa di wilayah Sangkulirang Seberang, meliputi Desa Palawan, Tepian Terap, Mandu Dalam, Mandu PS, Desa Saka, dan Desa Peridan, ditargetkan akan menikmati listrik PLN pada Maret 2026 mendatang.
Meski demikian, Eko menegaskan akan terus mengawal perluasan jaringan hingga ke wilayah terluar seperti RT 4 Melawai yang saat ini masih masuk dalam perencanaan tahap kedua.
"Target listrik menyala sebelum Lebaran adalah langkah maju. Namun, perjuangan kami belum selesai sampai seluruh jalan poros menuju DLJ 2 terhubung dengan aspal yang layak. Infrastruktur yang terintegrasi adalah kunci utama penggerak ekonomi warga kami," pungkasnya.(CM/Sy)



