DerapHukumPos.com --Malang – Tausiyah yang disampaikan Ustaz Muhlis, S.Pd.I,
Ketua Yayasan At Tohiriyah Mulyoarjo Lawang, menjadi sorotan utama dalam kegiatan silaturahmi dan sosialisasi yang digelar oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dapil Malang Raya, Muhammad Arbayanto, S.H., M.H, di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang berlangsung di TK Islam Insan Cita Bedali Agung, Kecamatan Lawang, Selasa (10/3/2026), tersebut dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari pemuda, pengurus PAC dan ranting Partai Demokrat, serta masyarakat dari berbagai desa di wilayah Lawang.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Muhlis menekankan pentingnya membangun kesadaran finansial yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi, tetapi juga harus berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Dalam perspektif Islam, keuangan bukan sekadar persoalan angka atau keuntungan, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Jika dikelola dengan cara yang tidak baik, maka keberkahan rezeki bisa hilang dan menjauhkan kita dari ridha Allah SWT,” ujar Ustaz Muhlis di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan bahwa banyak persoalan keuangan dalam keluarga maupun generasi muda berawal dari kebiasaan yang keliru dalam mengelola harta. Oleh karena itu, menurutnya, penting bagi masyarakat untuk memahami prinsip-prinsip keuangan yang sesuai dengan ajaran Islam.
Dalam tausiyah tersebut, Ustaz Muhlis juga mengingatkan beberapa kebiasaan buruk yang harus dihindari dalam pengelolaan keuangan. Di antaranya adalah praktik riba, perilaku boros atau menghamburkan harta (tabzir), tidak menunaikan zakat, infak dan sedekah, serta gaya hidup hedonisme dan konsumtif.
Selain itu, ia juga menyoroti kebiasaan tidak memiliki perencanaan keuangan yang jelas, berutang untuk kebutuhan yang tidak produktif, serta sikap tidak bersyukur yang membuat seseorang selalu merasa kurang dalam kehidupan.
“Islam mengajarkan keseimbangan dalam mengelola harta. Kita harus mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta memastikan bahwa setiap rezeki yang kita terima digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah,” tambahnya.
Menurutnya, bulan suci Ramadan menjadi momentum yang tepat bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri, termasuk dalam memperbaiki cara mengelola keuangan keluarga agar lebih berkah.
“Melalui bulan Ramadan ini, mari kita meneladani Rasulullah SAW dalam membangun keluarga yang baik dan sederhana. Dengan pengelolaan keuangan yang benar dan penuh keberkahan, insyaAllah setiap usaha dan ikhtiar kita akan dimudahkan oleh Allah SWT,” tutupnya.
Sementara itu, kegiatan silaturahmi dan sosialisasi yang digagas Muhammad Arbayanto tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya kesadaran finansial dalam kehidupan sehari-hari.
Acara berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan dan diharapkan mampu memberikan pemahaman baru bagi para pemuda serta masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak, produktif, dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman.






