Notification

×

Pencarian Berita DerapHukumPos

Iklan

Iklan Aktif

Indeks Berita

Suryadi, S.Pd., M.M. Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang / Ketua Fraksi Partai GOLKAR ketika memberi materi.

Senin, 14 September 2026 | September 14, 2026 WIB

DerapHukumPos.com -- MALANG – Aliansi Republik Mahasiswa Ngali Malang menggelar acara Dialog Publik yang mengangkat tema krusial "Darurat Narkoba! Ancaman Terhadap Generasi Muda dan Masa Depan Bangsa" pada hari Senin, 14 September 2026.
 
Acara penting yang menyoroti isu penyalahgunaan narkotika ini diselenggarakan secara langsung di Kantor DPRD Kota Malang, yang berlokasi di Jl. Tugu No. 1A, Klojen, Kota Malang. Diskusi interaktif ini dimulai tepat pada pukul 13.30 WIB.
 
Dialog publik ini menghadirkan sejumlah tokoh penting dan pemangku kebijakan sebagai pembicara utama untuk mengupas tuntas strategi pencegahan narkoba di wilayah Malang: Suryadi, S.Pd., M.M. Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang / Ketua Fraksi Partai GOLKAR yang hadir memberi materi. Kombes Pol Danang Setiyo S. P., S.H., S.I.K., M.H. (Kapolresta Kota Malang) bertindak sebagai Pemateri 1 diwakili  kasat Narkoba Kompol Hendro untuk memaparkan sudut pandang penegakan hukum dan kondisi keamanan terkini terkait peredaran narkotika. Serta Fatihaturrizqi S.P dipercaya untuk memandu jalannya diskusi sebagai Moderator agar acara berlangsung kondusif dan interaktif.
Melalui kegiatan ini, Republik Mahasiswa Ngali Malang berharap dapat membangun kesadaran kolektif serta memperkuat sinergi antara mahasiswa, aparat penegak hukum, dan legislatif dalam membentengi generasi muda dari ancaman nyata narkoba.

"Kita sedang menghadapi tantangan besar. Bukan hanya persoalan ekonomi, bukan hanya persoalan politik, tetapi juga persoalan yang menyentuh masa depan bangsa: narkoba. Narkoba bukan sekadar persoalan hukum. Narkoba adalah ancaman terhadap kualitas manusia, ancaman terhadap keluarga, ancaman terhadap produktivitas, bahkan ancaman terhadap masa depan bangsa," urai Suryadi.

Ia menyampaikan satu pesan sederhana: Generasi muda Indonesia harus bebas dari narkoba! Sebab. menurutnya hari ini kita sedang menyiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas. Generasi muda hari ini adalah generasi yang akan memimpin Indonesia di masa depan. Mereka yang hari ini duduk di bangku sekolah, kuliah, bekerja, berorganisasi, dan membangun usaha, beberapa tahun lagi akan menjadi pemimpin perusahaan, birokrat, politisi, akademisi, profesional, pengusaha, dan pemimpin masyarakat.

Tetapi pertanyaannya: generasi seperti apa yang akan kita wariskan kepada Indonesia?

"Kalau hari ini kita gagal menjaga generasi muda dari narkoba, maka kita bukan hanya kehilangan satu anak muda. Kita sedang kehilangan potensi seorang pemimpin, seorang profesional, seorang pengusaha, seorang guru, seorang dokter, atau bahkan seorang pemimpin bangsa," paparnya.

Menurutnya, kita harus melihat persoalan narkoba dalam konteks yang lebih luas. Pasar bebas sudah menjadi kenyataan. Persaingan antarnegara semakin terbuka. Dunia tidak lagi hanya bersaing dengan kekuatan sumber daya alam, tetapi dengan kualitas sumber daya manusia.

Indonesia adalah negara yang kaya. Kita memiliki sumber daya alam, jumlah penduduk yang besar, wilayah yang luas, dan pasar yang sangat potensial. Tetapi kekayaan alam saja tidak cukup.

Ia memaparkan, jika sumber daya manusia kita tidak unggul, jangan heran jika suatu hari posisi-posisi strategis di bidang usaha, teknologi, profesional, bahkan sektor-sektor penting lainnya di negeri sendiri justru lebih banyak diisi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi lebih tinggi dari negara lain.

"Bayangkan kalau perusahaan besar berdiri di Indonesia, tetapi pimpinan, tenaga ahli, teknisi, dan profesionalnya berasal dari luar negeri, sementara anak-anak Indonesia hanya menjadi pekerja dengan posisi paling rendah," imbuhnya.

"Jangan sampai kita menjadi tamu di negeri sendiri," tegasnya.

Maka menurutnya, jangan sampai di negeri yang kaya raya ini, kita hanya bisa melihat perusahaan berkembang, sementara kita tidak memiliki kapasitas untuk mengelolanya. Investor tentu membutuhkan tenaga kerja yang kompeten. Mereka tidak mungkin mempertahankan pekerja hanya karena pekerja itu warga negara Indonesia jika kompetensinya tidak mampu memenuhi kebutuhan perusahaan.

"Karena itu, perang melawan narkoba sesungguhnya adalah bagian dari perjuangan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia," pesannya.

Namun menurutnya, kita juga harus memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya negara untuk memperkuat generasi muda. Ada program pendidikan gratis, program makanan bergizi gratis, pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, pemberdayaan pemuda, hingga berbagai program untuk memperkuat kewirausahaan.

"Tentu dalam pelaksanaannya masih ada kekurangan. Masih ada persoalan, masih ada evaluasi yang harus dilakukan," katanya.

Tetapi menurutnya prinsipnya jelas, program yang baik harus terus diperbaiki, bukan ditinggalkan. Generasi muda tidak cukup hanya diberi nasihat untuk menjauhi narkoba. Mereka juga harus diberi kesempatan untuk tumbuh.

"Berikan mereka pendidikan. Berikan mereka keterampilan. Berikan mereka ruang berorganisasi. Berikan mereka lapangan pekerjaan. Berikan mereka kesempatan berwirausaha. Berikan mereka lingkungan yang sehat. Karena pemuda yang memiliki masa depan akan lebih sulit dibujuk untuk menghancurkan masa depannya sendiri," urainya.

Kata Suryadi, Narkoba adalah momok bagi peradaban. Yang dihancurkan bukan hanya tubuh seseorang, tetapi juga pikirannya, keluarganya, ekonominya, masa depannya, bahkan lingkungan sosialnya. Yang lebih berbahaya, jaringan narkoba sering kali tidak datang dengan wajah yang menakutkan.

Mereka justru datang dengan iming-iming uang. Anak muda yang sedang kesulitan ekonomi ditawari pekerjaan dengan bayaran fantastis. Ada yang diminta mengantar barang. Ada yang diminta membawa paket. Ada yang dijanjikan pekerjaan mudah dengan penghasilan besar," tegasnya.
(Aries 99)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Romadhan



YouTube Widget

Aksi Tolak UU TNI Kota Malang Ricuh, Masa Bawa Bekal Bom Molotov



Polres Malang Ungkap Sindikat Pemerasan Bermodus LSM dan Wartawan,



BNPM Jatim Kawal Pembalakan Liar Pagar Laut Dan Kepemilikan SHM Pesisir Pantai Pulau Madura



Sihabur Romli Kades Karangduren, Ajak Anak Yatim Belanja & Game Zone Di Ramayana Malang



Silaturahmi Derap Hukum Pos || Perkuat Tantangan Era Digital



SMA Negeri 1 Lawang, Gunakan dana PSM dari wali murid untuk Sarana Prasarana, dan bantah Kepala Sekolah Bukti Dukung Dana Bos, Anggota Jurnalistik asal comot yang tidak benar



Pagar Laut Di Pamekasan, BNPM Dan Masyarakat Nelayan Pamekasan Siap Segel



Polresta Kota Batu Jawa Timur Berhasil Ungkap Perdagangan Anak



BNPM JATIM GELAR AKSI DAMAI BUNTUT MALPRAKTEK RS SOEWANDHIE SURABAYA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update