Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Kampung Kasai serta enam titik kebun milik warga di daerah Tanjung Batu. Lokasinya yang sangat dekat dengan area pemukiman membuat situasi sempat mencekam dan menuntut penanganan ekstra cepat.
Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polres Berau, AKP Kasiyono, turun langsung ke lokasi memimpin jajarannya bersama personel Polsek Pulau Derawan. Mereka bahu-membahu bersinergi dengan tim Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, serta masyarakat setempat untuk memutus paparan api. Dalam operasi pemadaman ini, sebanyak tiga unit mobil dinas pemadam kebakaran dan lima unit armada pemadam berukuran kecil dikerahkan ke titik-titik krusial.
AKP Kasiyono menegaskan pentingnya kolaborasi dan saling jaga antarpetugas di lapangan, mengingat medan pemadaman yang sangat berat dan melelahkan.
"Kemarin ada pemadam yang tumbang karena memadamkan api seorang diri. Artinya kita sempat kekurangan personel untuk memadamkan api. Hari ini kita hadir bersama, saling membantu, jangan sampai ada yang tumbang lagi," tegas Kabagops Polres Berau, AKP Kasiyono, saat ditemui di lokasi kebakaran.
Langkah siaga ini menjadi krusial mengingat Kabupaten Berau saat ini masuk dalam daftar daerah dengan catatan suhu tertinggi di Indonesia sepanjang musim kemarau, sekaligus menjadi salah satu wilayah dengan sebaran titik api (hotspot) terbanyak. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus bersiaga dan melakukan pendinginan di area terdampak guna memastikan tidak ada sisa bara yang berpotensi memicu api kembali.(hms/Cm)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar