Aksi diawali dengan mendatangi Kantor Bupati Berau untuk menyampaikan aspirasi. Namun, menurut para peserta aksi, mereka tidak dapat bertemu langsung dengan Bupati karena yang bersangkutan sedang berada di luar daerah.
Merasa belum memperoleh jawaban atas tuntutan mereka, massa kemudian melanjutkan aksi menuju Kantor PT Berau Coal. Dalam orasinya, para demonstran menyampaikan keberatan atas persoalan lahan dan tanaman tumbuh yang hingga kini dinilai belum mendapatkan penyelesaian yang memuaskan.
Situasi mulai memanas ketika massa berupaya masuk ke area kantor perusahaan dengan alasan ingin bertemu dan berdiskusi secara langsung dengan pihak manajemen PT Berau Coal. Namun, langkah tersebut dihadang oleh petugas keamanan perusahaan bersama aparat kepolisian yang berjaga di lokasi.
Akibatnya, sempat terjadi aksi saling dorong antara demonstran dengan petugas di depan gerbang utama perusahaan. Meski demikian, aparat keamanan berupaya menjaga situasi agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Salah seorang perwakilan massa menyampaikan bahwa kelompok tani telah beberapa kali melakukan pertemuan dan komunikasi dengan pihak perusahaan. Namun, menurut mereka, hingga saat ini belum ada penyelesaian konkret terhadap tuntutan yang disampaikan.
"Kami sudah berkali-kali melakukan diskusi dan pertemuan dengan pihak perusahaan. Namun yang kami rasakan selama ini baru sebatas janji-janji, sementara persoalan yang kami hadapi belum terselesaikan," ujar salah satu perwakilan aksi.
Para demonstran berharap pemerintah daerah dan pihak PT Berau Coal segera memberikan kepastian serta solusi yang adil terhadap persoalan yang mereka sampaikan. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Berau Coal terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi.(cm)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar