Sahabat Mikutopia yang berada di bawah naungan CV. Arsufa Multi Karya merupakan lembaga yang bergerak di bidang edukasi dan kegiatan luar ruangan dengan fokus membangun generasi berkarakter melalui pembelajaran berbasis pengalaman.
Direktur CV. Arsufa Multi Karya, Achmad Arthur Julio Tampi, mengatakan bahwa keberadaan kantor baru ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan wisata edukasi berbasis jamur sekaligus memperluas program pemberdayaan masyarakat di Desa Tulungrejo.
Menurutnya, kolaborasi dengan wisata edukasi Mikutopia bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas jamur yang menjadi salah satu potensi unggulan desa. Selain itu, program tersebut juga membuka peluang kerja serta menghadirkan berbagai kegiatan edukatif bagi wisatawan.
“Kami ingin menghadirkan ekosistem wisata edukasi yang tidak hanya menarik bagi pengunjung, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.
Arthur menjelaskan, keterlibatan pihaknya telah berlangsung sejak awal pembangunan kawasan wisata Mikutopia. Selain mendukung pengembangan destinasi, pihaknya juga aktif menjalin komunikasi dengan warga agar keberadaan wisata tersebut dapat diterima dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, berbagai program edukasi terus dikembangkan, mulai dari budidaya jamur, pengolahan hasil panen, kegiatan luar ruangan, hingga permainan edukatif. Saat ini, Sahabat Mikutopia juga tengah menyiapkan program cooking class yang menjadi bagian dari paket pembelajaran terpadu.
Program tersebut dirancang untuk berbagai kalangan, mulai dari anak usia dini, pelajar, hingga masyarakat umum dan ibu rumah tangga. Peserta akan mendapatkan pengalaman belajar secara menyeluruh, mulai dari proses budidaya, pengolahan, hingga penyajian produk berbahan dasar jamur.
Selain mengembangkan sektor wisata edukasi, Sahabat Mikutopia juga menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu prioritas utama. Saat ini, sebanyak 12 warga sekitar telah bekerja dan terlibat dalam operasional kegiatan.
Ke depan, jumlah tenaga kerja lokal tersebut direncanakan akan bertambah sekitar 15 hingga 20 orang yang berasal dari Desa Tulungrejo dan wilayah sekitarnya.
Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan destinasi wisata yang berkelanjutan.
“Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah desa, BUMDes, maupun kelompok masyarakat. Harapannya sinergi ini terus berkembang sehingga manfaatnya dapat dirasakan bersama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, mengapresiasi langkah yang dilakukan Sahabat Mikutopia dan CV. Arsufa Multi Karya. Menurutnya, pengembangan jamur menjadi wisata edukasi memberikan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah.
Pemerintah Desa Tulungrejo, lanjut Suliono, akan terus mendukung promosi dan berbagai bentuk kerja sama yang dapat mendorong tumbuhnya peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Semoga pengembangan wisata edukasi ini mampu meningkatkan kesejahteraan warga dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi desa,” pungkasnya.(Red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar