Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus serta anggota IFPI dari wilayah Malang Raya. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan berbagai pembahasan strategis terkait penguatan organisasi maupun persoalan yang dihadapi para freelance pertanahan di lapangan.
Ketua Umum IFPI, Matnadir, dalam keterangannya menyampaikan bahwa IFPI hadir sebagai wadah bagi para freelance pertanahan di Indonesia, khususnya di wilayah Malang Raya. Selain menjadi tempat berhimpun, organisasi ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antarsesama anggota serta memperjuangkan aspirasi para pelaku freelance pertanahan.
“IFPI ini mewadahi teman-teman freelance yang ada di Indonesia, khususnya wilayah Malang Raya. Di samping itu juga menjadi ajang silaturahmi dan komunikasi antaranggota agar semakin solid,” ujar Matnadir.
Dalam pertemuan tersebut, terdapat beberapa poin penting yang menjadi fokus pembahasan organisasi. Sedikitnya ada empat agenda utama yang dibahas bersama seluruh anggota.
Pertama, penguatan struktur organisasi agar IFPI memiliki sistem kepengurusan yang lebih tertata dan mampu menjalankan program secara maksimal di masa mendatang.
Kedua, pembahasan jadwal audiensi dengan sejumlah instansi pemerintah maupun aparat penegak hukum, termasuk Polres dan Polresta di wilayah Malang Raya. Audiensi tersebut dinilai penting sebagai langkah membangun komunikasi dan sinergi antara organisasi dengan instansi terkait.
Ketiga, pembahasan mengenai langkah ke depan dan program organisasi yang akan dijalankan IFPI dalam mendukung profesionalisme serta perlindungan bagi para freelance pertanahan.
Keempat, sesi tanya jawab dan diskusi yang menjadi wadah bagi anggota untuk menyampaikan masukan, keluhan, hingga berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.
Dalam sesi diskusi tersebut, salah satu anggota menyampaikan keluh kesah terkait proses pengurusan peta bidang di BPN Kota Malang yang dinilai belum kunjung selesai. Persoalan tersebut menjadi perhatian serius organisasi karena menyangkut pelayanan dan kepastian administrasi pertanahan.
Menanggapi hal itu, Matnadir menyampaikan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu menampung seluruh aspirasi dan keluhan dari anggota sebelum nantinya dibawa dalam agenda audiensi resmi dengan pihak terkait.
“Keluhan dari teman-teman kami terima dulu sebagai bahan masukan. Nantinya IFPI akan melakukan audiensi agar ada komunikasi yang baik dan solusi bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal IFPI, Maryanto, menyampaikan bahwa pihaknya segera menyiapkan surat audiensi kepada beberapa instansi di wilayah Malang Raya. Langkah awal yang akan dilakukan yakni mengirimkan surat audiensi kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Malang.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait sangat penting demi terciptanya pelayanan pertanahan yang lebih baik sekaligus mendukung kelancaran pekerjaan para freelance pertanahan di daerah.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan organisasi IFPI agar semakin solid, profesional, dan mampu menjadi mitra strategis dalam bidang pertanahan, khususnya di wilayah Malang Raya.(Tim)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar