![]() |
| Malang, Bertempat di Warung Lesmana Sukakoi Kecamatan Karangploso, reses awal tahun 2026, Selasa (10/02/2026) sore. |
DerapHukumPos.com - Malang,-Bertempat di Warung Lesmana Sukakoi Kecamatan Karangploso.Pada reses awal tahun 2026 kali ini,Selasa (10/02/2026) sore.
Dr,Sri Untari Bisowarno,M.AP menjadi tumpuan dan harapan rakyat,yang menghendaki adanya penambahan ruang belajar - mengajar atau Gedung Sekolah Baru satuan tingkat pendidikan SMA Negeri.
Sesi serapan,diawali mantan Kades Ngijo yang menjadi salah satu Tokoh Masyarakat, Mahdi Maulana menyampaikan diperlukannya sekolah SMA baru di wilayah Kecamatan Karangploso,mengingat besarnya minat belajar setingkat SMA di wilayah setempat, namun minim sekolah negeri, sehingga untuk menempuh jenjang pendidikan SMA negeri, calon siswa lulusan SMP lari ke wilayah Kota Batu dan Kota Malang.
"Kami bersama pejuang pendidikan akhirnya membentuk Forum Peduli Karangploso,berjuang menyampaikan harapan adanya pembangunan gedung baru untuk SMA Negeri.Meski secara persyaratan sudah kami siapkan,namun hasil dari diskusi dengan pihak Pemkab Malang dan dilanjut berikutnya pertemuan dengan pihak Disdik Provinsi Jatim melalui Cabang Dinasnya justru kurang direspon dan ditanggapi sepele terjawab sangat kurang memuaskan dan terkesan menggampangkan," ungkap Mahdi.
Sri Untari juga mendengarkan aspirasi dari pengurus Forum Peduli Karangploso (FKP), dari Gen Z, bernama Kaeira yang mengeluhkan tentang pentingnya infrastruktur di wilayah Karangploso.
"Kami membutuhkan sekolah SMA Negeri di wilayah Karangploso, mengingat mahalnya sekolah swasta disini, kisaran biayanya hingga puluhan juta. Belum lagi akses di lereng- lereng gunung Arjuno untuk sekolah
satu atap dengan akses yang kurang memadai, sehingga untuk ke sekolah negeri kami warga Karangploso harus mendaftar di Kota Batu yang terdekat dan Kota Malang," keluh Kaeira Gen Z yang ternyata pelajar berprestasi dan punya skil mahir bahasa inggris.
"Pemikiran yang luar biasa dari Untari terkait adanya zonasi yang perlu dievaluasi dan masih jauh dari rasa keadilan pada dunia pendidikan dan itu kami baca pada link berita Untari maupun medsos. Kami sangat setuju , agar kesulitan mengenai akses masuk pendidikan jenjang SMA ini terwadahi." tambah Ibu Kaeira, seorang guru yang turut hadir sebagai audiens.
Sementara itu Kades Kepuharjo Khamim yang turut hadir dilokasi juga berharap kiranya kebutuhan pendidikan tingkat SMA bisa terwujudkan.
Dengah sentuhan humanisnya, Sri Untari anggota DPRD Provinsi Jatim itu langsung menanggapinya.
Dikatakan oleh Untari, "Terkait keberadaan gedung sekolah baru setingkat SMA demi keberlangsungan pendidikan rakyat ,hukumnya adalah wajib," ujar Untari yang langsung mendapat aplous audiens.
"Kamu luar biasa yah Kaeira,generasi yang cerdas,terbukti dengan penyampaianmu yang lugas.Kamu adalah aset daerah Kabupaten Malang," tutur perempuan yang dijuluki Srikandi Perjuangan itu.
Terkait soal pendidikan, menurut Untari akan dibicarakan langsung dengan pihak-pihak terkait, meski dirinya mendapati info dari diskusinya dengan Kacabdin (Kepala Cabang Dinas) jika hanya sekolah SMK Negeri yang bisa diwujudkan.
"Meski saya dengarkan apa yang disampaikan oleh Kacabdin,saya iyakan saja sembari saya cari data realnya di dinas pendidikan Jawa Timur.Nanti kalau saya telah mendapatkan datanya, dan saya croscek jika benar 70% persen keberadaanya, maka moratorium tersebut harus dibuka agar teraplikasinya penambahan gedung sekolah baru SMA Negeri sesuai kebutuhan pendidikan," tandas Ketua Komisi E sore itu ,yang disambut tepuk tangan penuh harapan oleh warga masyarakat yang hadir.
Pada intinya, Sri Untari selaku legeslatif Provinsi Jatim, Ketua Komisi E asal Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil 6 Malang Raya akan mengawal dan memperjuangkan harapan masyarakat Kabupaten Malang,Wilayah Kecamatan Karangploso.
Bahkan reaksi respon cepatpun ditunjukan oleh Sri Untari dengan mengangkat selulernya,dia menelepon langsung Wamendikbud dari lokasi tempat dia melaksanakan reses.
Percakapan yang berlangsung lewat telpon selluler tersebut juga dispeaker phone, sehingga seluruh hadirinpun turut mendengarkan dan mengikuti isi poin - poin pembicaraan Sri Untari dengà n pihak pusat - Wamendikbud.
Selesai acara,salah satu peserta reses Sri Untari usai mengikuti jalannya kegiatan, langsung mengungkapkan perasaannya saat ditanya oleh awak media ini.
" Kami sangat mengapresiasi Bu Sri Untari selaku anggota dewan provinsi Jatim Dapil Malang Raya ini.Terasa dihati kami,bahwa beliau akan betul dan benar-benar memperjuangkan harapan-harapan kami,khususnya soal kebutuhan gedung sekolah SMA Negeri di Kecamatan Karangploso.Itu membuktikan,bahwa Bu Untari amat respektif dan peka pada suara rakyat yang diwakilinya,beliau sangat memahami hak-hak rakyat untuk mendapat pendidikan yang layak,sesuai bunyi UUD 45," ungkap seorang ibu berusia sekira 50 tahunan yang enggan ditulis namanya.
"Beliau dengan reaksi cepat langsung menghubungi Wamendikbud,itu menunjukan jika Bu Untari benar-benar menyerap aspirasi rakyat dan mengawal serta memperjuangkan harapan rakyat. Sayangnya saat menelpon Bupati Malang,belum sempat diangkat oleh Abah Sanusi.Dan kami percaya pada beliau dengan kapasitasnya sebagai anggota DPRD Provinsi yang juga menjabat Ketua Komisi E,apalagi beliau mantan guru dan kepala sekolah sebelum menjadi seorang politisi pejuang " pungkas wanita asal Desa Ngijo - Karangploso itu.
Bagian terakhir dari kegiatan Serap Aspirasi Reses, Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur di masa persidangan II ,tahun 2025-2026,Sri Untari seperti biasanya,turut menyuarakan menutup dengan sebuah suara merdunya lewat lantunan lagu.
Sehingga giat reses tersebut bernuansa penuh hangat kekeluargaan,terasa memiliki keterwakilan, tanpa ada jarak antara dirinya sebagai anggota wakil rakyat dan rakyat yang diwakilinya. (Gatot)


