DerapHukumPos.com --Malang – Dunia olahraga lari jarak jauh kembali bergeliat. Komunitas pecinta ultra running resmi menggelar Lingkar Arjuna Ultimate, sebuah tantangan ekstrem dengan jarak tempuh 120 kilometer yang mengelilingi kawasan pegunungan Arjuna–Welirang, Jawa Timur.
Kegiatan ini dilepas (flag off) pada Sabtu malam, 14 Februari 2026, tepat pukul 20.30 WIB, dengan titik start di samping Hotel Niagara, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
Koordinator utama kegiatan, Sundoko, menyampaikan bahwa Lingkar Arjuna Ultimate bukan sekadar ajang adu kuat fisik, melainkan juga uji kedisiplinan, manajemen diri, serta komitmen menjaga nilai-nilai spiritual di tengah kerasnya medan.
“Sebelum pemberangkatan, seluruh peserta telah dibekali kebutuhan pokok, perlengkapan kesehatan, hingga alat ibadah. Lari ini bukan hanya soal kebugaran dan hobi, tapi juga menjaga kewajiban ibadah dengan titik-titik yang sudah ditentukan,” ujar Sundoko dalam pengarahan sebelum start.
Seleksi Ketat, Utamakan Keselamatan
Dari total 56 pendaftar, panitia hanya meloloskan sekitar 10 peserta, demi menjaga keselamatan dan meminimalkan risiko di lintasan ekstrem. Pada titik start awal dari Lawang, tercatat 5 pelari memulai perjalanan, sementara peserta lainnya akan bergabung di sejumlah pos yang telah ditentukan.
Muhlis, perwakilan dari himpunan pemuda pecinta olahraga lari, menjelaskan bahwa syarat utama peserta adalah pengalaman lari jarak jauh.
“Minimal sudah pernah lari 30 kilometer, dan itu dilakukan secara konsisten, setidaknya dua kali dalam sebulan. Ini bukan kegiatan euforia, tapi keberlanjutan komunitas, apalagi menjelang bulan suci Ramadan,” jelasnya kepada awak media.
Rute Melingkar, Elevasi Tinggi, Medan Ekstrem
Rute Lingkar Arjuna Ultimate berbentuk loop, dengan start dan finis di Lawang. Peserta akan melintasi Purwosari, Pandaan, Trawas, Pacet, Cangar, Bumiaji (Batu), Karangploso, Singosari, lalu kembali ke Lawang.
Segmen paling menantang berada di jalur Pacet–Cangar, yang dikenal memiliki tanjakan ekstrem, tikungan tajam, suhu dingin, kabut tebal, serta potensi longsor. Total akumulasi elevasi yang tinggi menjadikan lintasan ini sebagai ujian sesungguhnya bagi pelari ultra.
Panitia memprediksi peserta akan menyentuh garis finis pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB, tergantung kondisi fisik dan cuaca di lapangan. Jika jarak tempuh belum mencapai 120 kilometer, panitia menegaskan akan dilakukan penambahan jarak hingga target terpenuhi.
Didukung Tim Medis dan Water Station Berjalan
Demi keselamatan, panitia menyiapkan tim support, medis berjalan, dropbag, serta water station (WS) yang bergerak estafet menggunakan kendaraan dari Lawang hingga titik finis. WS disiapkan di sejumlah lokasi strategis seperti Indomaret, rest area, hingga kawasan wisata dan jalur pendakian.
Selain itu, peserta diwajibkan membawa perlengkapan standar ultra running, seperti sepatu dengan grip kuat, jaket hangat, headlamp, navigasi GPS, jas hujan, dan perlengkapan darurat.
Ditutup Doa Bersama Sambut Ramadan
Setelah seluruh rangkaian selesai, kegiatan ini akan ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus refleksi diri menyambut bulan suci Ramadan.
Lingkar Arjuna Ultimate menjadi bukti bahwa olahraga lari bukan sekadar kompetisi, melainkan perjalanan menembus batas diri, menyatu dengan alam, serta membangun kebersamaan dalam semangat sehat dan berkelanjutan.





