DerapHukumPos.com -- | MALANG – KALIPARE, Pemerintah Kabupaten Malang bergerak cepat menindaklanjuti ambruknya tiga ruang kelas di SD Negeri 4 Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, yang terjadi pada Minggu (11/1/2026). Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi sekolah sekaligus memastikan proses penanganan darurat segera dilakukan.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 58 siswa dari kelas III, IV, dan V terdampak dan tidak dapat menggunakan ruang kelas. Namun, demi menciptakan proses belajar mengajar agar tetap berlangsung secara efektif, kegiatan pembelajaran dialihkan sementara ke rumah-rumah warga sekitar sekolah. Langkah ini merupakan bagian dari solusi darurat agar para siswa tidak putus mata pelajaran selama proses perbaikan gedung sekolah berlangsung hingga selesai.
Kepala SDN 4 Sukowilangun, Sugiono, menjelaskan bahwa sebelum kejadian ambruk, wilayah Kecamatan Kalipare diguyur hujan deras sepanjang hari. Kondisi tersebut diduga kuat menyebabkan struktur bangunan tidak mampu menahan beban, hingga akhirnya roboh pada malam hari.
Dalam kunjungannya, Bupati Malang juga menyerahkan bantuan paket sembako dari Baznas Kabupaten Malang kepada para siswa dan siswi sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan yang terdampak musibah.
Bupati Malang menegaskan bahwa pihaknya telah memerintahkan Dinas PU Bina Marga dan BPBD Kabupaten Malang untuk segera melakukan perbaikan menggunakan dana darurat, agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal di lingkungan sekolah.
“Langkah perbaikan darurat harus segera dilakukan agar anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman,” tegas Bupati Malang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang memberikan apresiasi terhadap peran aktif para guru penggerak yang dinilai sigap dan memiliki langkah jitu dalam menghadapi kondisi darurat. Meski sarana belajar terbatas, para guru tetap memastikan proses pembelajaran berjalan dengan memanfaatkan rumah warga sebagai ruang kelas sementara.
“Ini adalah bentuk dedikasi guru penggerak. Di tengah keterbatasan, mereka tetap mengutamakan hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan,” ujarnya.
Dukungan penuh juga datang dari warga setempat yang secara sukarela membuka rumahnya untuk dijadikan tempat belajar. Warga mengaku senang karena proses pendidikan anak-anak tetap berjalan, sekaligus mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam melakukan peninjauan dan memastikan perbaikan segera dilaksanakan.
Usai meninjau SDN 4 Sukowilangun, Bupati Malang juga melanjutkan kunjungan ke sekolah satu atap di Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare, yang terdiri dari TK Dharma Wanita 02, SDN Kaliasri 7, dan SMP PGRI 03. Dari hasil peninjauan tersebut, diketahui sejumlah bangunan sekolah memerlukan perhatian serius dan penanganan segera.
Pemerintah Kabupaten Malang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keselamatan dan kualitas sarana pendidikan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat demi keberlangsungan pendidikan yang layak dan aman.
Jurnalis: Busamat


