Notification

×

Pencarian Berita DerapHukumPos

Iklan

Iklan Aktif

Indeks Berita

Misteri Hilangnya Spanduk Sertijab Kapolresta Malang: Antara Riuh Digital dan Sikap Dingin Warga

Jumat, 09 Januari 2026 | Januari 09, 2026 WIB

DerapHukumPos.com -- MALANG – Gelombang spekulasi yang sempat memanas di sudut-sudut jalan Kota Malang perlahan mulai mendingin. Alat peraga berupa spanduk yang mendesak percepatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolresta Malang Kota kini telah bersih dari ruang publik. Meski fisiknya hilang, jejak digital dan diskursus mengenai stabilitas keamanan kota masih terus bergulir.

Jika sebelumnya narasi tuntutan terpampang nyata di baliho-baliho jalanan, kini pusat perhatian bergeser sepenuhnya ke ranah digital. Hilangnya spanduk-spanduk tersebut tanpa adanya klarifikasi resmi justru memicu "bola liar" di media sosial.

Salah satu yang memantik perhatian publik adalah unggahan akun TikTok @cheisarafina. Konten yang menyoroti dinamika kepemimpinan di tubuh Polresta Malang Kota tersebut viral, memicu debat kusir di kolom komentar mengenai kaitan antara kepemimpinan kepolisian dengan rentetan peristiwa keamanan di Malang belakangan ini.

Menariknya, di tengah hiruk-pikuk isu mutasi jabatan, masyarakat akar rumput justru menunjukkan sikap pragmatis. Bagi sebagian besar warga, sosok di balik seragam nomor satu di kepolisian kota tidaklah lebih penting daripada rasa aman saat keluar rumah.

"Sejujurnya saya tidak tahu siapa Kapolrestanya sekarang. Bagi kami masyarakat kecil, siapa pun yang duduk di sana tidak masalah, asalkan Malang tidak rusuh lagi," ungkap N, seorang warga lokal yang ditemui di sela aktivitasnya.

Pandangan ini mencerminkan kejenuhan warga terhadap konflik kepentingan. Warga lebih peduli pada pencegahan insiden seperti kericuhan demonstrasi atau perusakan fasilitas publik yang sempat menghantui Kota Malang beberapa waktu lalu.

Hingga laporan ini diturunkan, pihak Polresta Malang Kota maupun Polda Jawa Timur masih memilih untuk bungkam. Tidak adanya pernyataan resmi terkait siapa di balik pemasangan spanduk maupun alasan pencopotannya meninggalkan lubang informasi yang besar.

Ketiadaan suara dari otoritas berwenang ini dikhawatirkan dapat mengikis kepercayaan publik. Masyarakat kini menanti langkah konkret kepolisian, bukan sekadar pergantian wajah pimpinan, melainkan bukti nyata dalam menjaga kondusivitas kota agar tetap stabil di tengah transisi kepemimpinan.(*)

Iklan Romadhan



YouTube Widget

Aksi Tolak UU TNI Kota Malang Ricuh, Masa Bawa Bekal Bom Molotov



Polres Malang Ungkap Sindikat Pemerasan Bermodus LSM dan Wartawan,



BNPM Jatim Kawal Pembalakan Liar Pagar Laut Dan Kepemilikan SHM Pesisir Pantai Pulau Madura



Sihabur Romli Kades Karangduren, Ajak Anak Yatim Belanja & Game Zone Di Ramayana Malang



Silaturahmi Derap Hukum Pos || Perkuat Tantangan Era Digital



SMA Negeri 1 Lawang, Gunakan dana PSM dari wali murid untuk Sarana Prasarana, dan bantah Kepala Sekolah Bukti Dukung Dana Bos, Anggota Jurnalistik asal comot yang tidak benar



Pagar Laut Di Pamekasan, BNPM Dan Masyarakat Nelayan Pamekasan Siap Segel



Polresta Kota Batu Jawa Timur Berhasil Ungkap Perdagangan Anak



BNPM JATIM GELAR AKSI DAMAI BUNTUT MALPRAKTEK RS SOEWANDHIE SURABAYA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update