DerapHukumPos.com --Bangkalan — Proyek pembangunan Jalan Tanah Merah–Jenteh kembali menuai sorotan setelah warga melaporkan adanya dugaan pengerjaan yang dinilai asal-asalan. Menindaklanjuti aduan tersebut, Ketua DPD Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) Bangkalan, Mahrum Tosin, turut mendampingi jajaran Muspika Tanah Merah untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Proyek yang diklaim telah mencapai 70 persen ini mencakup penimbunan dasar jalan, pembangunan saluran air, hingga pemasangan plengsengan. Namun, warga menilai sejumlah pengerjaan dikerjakan tanpa perencanaan matang—terutama pada bagian gorong-gorong dan konstruksi plengsengan yang tampak tidak sesuai standar.
Titik Konstruksi Dinilai Janggal
Di Dusun Duwak Rampak, Desa Tanah Merah Laok, tepat di belakang musala rumah H. Mahrus, warga menemukan kejanggalan pada sistem saluran air yang dianggap tidak simetris dan berpotensi menimbulkan masalah baru.
Pada sisi selatan, kontraktor hanya memasang plengsengan, sedangkan sisi utara menggunakan box culvert penuh. Ketidakseimbangan ini dikhawatirkan dapat menimbulkan tekanan arus air yang berpotensi merusak pagar rumah warga.
Sejumlah warga seperti Maryam, Hardi Rohman, dan H. Wahdih bahkan telah menanyakan langsung kepada pelaksana proyek, Angga. Namun jawaban yang diterima dianggap tidak masuk akal.
Angga mengklaim bahwa pemasangan gorong-gorong tidak bisa dilakukan karena ditolak oleh salah satu warga bernama Mahrum, sehingga terjadi perubahan di titik lain.
BNPM: Pernyataan Kontraktor Mengada-Ada
Mendengar laporan tersebut, Mahrum Tosin kemudian melakukan klarifikasi kepada Camat Tanah Merah, Heri Arifin. Sang camat membenarkan bahwa pihak kontraktor memberikan keterangan yang sama.
“Kalau pihak kontraktor tidak mengklarifikasi secara terbuka dan meminta maaf kepada saya dan masyarakat, maka BNPM Bangkalan bersama seluruh anggota akan turun ke jalan. Ini sudah mencemarkan nama baik saya,” tegas Mahrum, Kamis (20/11/2025).
Ia menegaskan, apabila titik-titik bermasalah tidak segera diperbaiki—terutama lokasi yang menyebabkan air masuk ke pekarangan warga—BNPM Bangkalan akan mengambil langkah tegas.
“Kalau perlu, saya akan koordinasi dengan BNPM se-Madura Raya untuk ikut menggeruduk PUPR Bangkalan. Mau tidak mau, meskipun proyek ini dari pusat, PUPR Bangkalan tetap harus bertanggung jawab,” tambahnya.
Muspika: Ada Titik yang Harus Segera Diperbaiki Sebagai tindak lanjut, Camat Heri Arifin bersama Kapolsek Tanah Merah turun langsung ke titik-titik yang dikeluhkan warga. Hasil pengecekan menunjukkan memang ada sejumlah bagian yang harus diperbaiki segera karena berdampak langsung kepada masyarakat sekitar.
“Memang benar ada beberapa bagian yang harus ditindaklanjuti karena berdampak dan merugikan masyarakat,” ujar Camat Heri.
BNPM Bangkalan memastikan akan menyampaikan laporan resmi kepada Bupati Bangkalan agar proyek tersebut segera mendapatkan perhatian dan perbaikan. Mahrum Tosin menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses perbaikan hingga selesai dan tidak merugikan warga.
Dengan meningkatnya sorotan publik, masyarakat berharap perbaikan proyek Jalan Tanah Merah–Jenteh dilakukan sesuai standar demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan serta warga sekitar.
Editor : zekki S,M




