Tahun ini, sebanyak 52 kelompok tani dari berbagai wilayah di Surabaya ikut serta dalam ajang tersebut. Penilaian lomba akan dilakukan pada bulan November 2025 dengan fokus utama pada kualitas hasil panen cabai rawit.
Tiga indikator utama penilaian meliputi bobot buah cabai, panjang cabai, serta kualitas panen secara keseluruhan. Tim penilai terdiri dari tenaga ahli pertanian, yakni Wulan selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), bersama Adi dan Irsyad dari tim teknis Dinas Pertanian.
Penilaian kami akan fokus pada kualitas cabai yang dihasilkan. Kelompok tani yang berhasil menunjukkan inovasi dan efisiensi budidaya akan menjadi contoh baik bagi wilayah lain," ujar Adi saat melakukan kunjungan awal ke lahan peserta.
Kelompok Tani Sememi Jaya Kreatif sendiri tidak hanya fokus pada budidaya cabai rawit. Di lahan yang mereka kelola, para anggota juga mengembangkan tanaman hortikultura lain seperti terong, tomat, jagung, hingga anggur. Meski tidak masuk dalam kriteria lomba, keberagaman tanaman ini mencerminkan semangat mereka dalam mengoptimalkan lahan terbatas di lingkungan perkotaan.
"Kami terus mendorong inovasi dari tiap kelompok tani, termasuk dalam hal pemanfaatan lahan dan jenis tanaman yang dikembangkan,” kata Wulan, yang selama ini aktif mendampingi kelompok tani di wilayah Surabaya Barat.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, lomba ini juga menjadi wadah berbagi pengetahuan antar kelompok tani serta menjadi langkah nyata menuju pertanian berkelanjutan di tengah kehidupan urban.(*)


