Notification

×

Pencarian Berita DerapHukumPos

Iklan

Iklan Aktif

Indeks Berita

Dispangtan Kota Malang Salurkan 2,6 Ton Jagung SPHP untuk Peternak Kecil, Upaya Tekan Biaya Pakan

Rabu, 15 Oktober 2025 | Oktober 15, 2025 WIB
 Kadispangtan Kota Malang bersama awsk media ,Rabu (15/10/2025)


DerapHukumPos.com -- MALANG — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang menyalurkan 2,6 ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak ayam petelur berskala kecil. Program ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam membantu peternak bertahan di tengah tingginya harga pakan unggas.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menjelaskan bahwa distribusi jagung SPHP kali ini disalurkan kepada dua peternak di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, dengan masing-masing peternak menerima jatah 1,3 ton jagung.

“Program ini memang ditujukan khusus untuk peternak kecil, bukan peternak besar. Mekanisme penyalurannya dilakukan secara bergilir sesuai dengan usulan dan kebutuhan lapangan,” terang Slamet saat diwawancarai media, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, Dispangtan berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan dan penyaluran jagung SPHP sesuai permintaan. Setiap bulan, pihaknya mengajukan data kebutuhan peternak ayam petelur yang memenuhi kriteria penerima bantuan.

“Setiap periode, kami laporkan kebutuhan masing-masing peternak kepada Bulog, agar distribusi berjalan tepat sasaran dan tidak menumpuk di satu pihak,” tambahnya.

Slamet menegaskan, bantuan jagung SPHP ini menjadi salah satu strategi Pemkot Malang dalam menjaga stabilitas produksi telur sekaligus membantu peternak kecil mengurangi beban biaya pakan.

“Jagung merupakan komponen utama dalam pakan ayam. Dengan program SPHP ini, kami berharap produktivitas peternak tetap terjaga dan harga telur di pasaran bisa tetap stabil,” ujarnya.

Dispangtan Kota Malang berencana melanjutkan program ini secara berkala setiap bulan, dengan prioritas penerima berdasarkan tingkat kebutuhan dan kemampuan peternak dalam mempertahankan usaha.

“Kami ingin memastikan peternak kecil tidak kolaps di tengah fluktuasi harga pakan yang tinggi. Karena mereka juga berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan di Kota Malang,” tutup Slamet Husnan.(Gatot)

Iklan Romadhan



YouTube Widget

Aksi Tolak UU TNI Kota Malang Ricuh, Masa Bawa Bekal Bom Molotov



Polres Malang Ungkap Sindikat Pemerasan Bermodus LSM dan Wartawan,



BNPM Jatim Kawal Pembalakan Liar Pagar Laut Dan Kepemilikan SHM Pesisir Pantai Pulau Madura



Sihabur Romli Kades Karangduren, Ajak Anak Yatim Belanja & Game Zone Di Ramayana Malang



Silaturahmi Derap Hukum Pos || Perkuat Tantangan Era Digital



SMA Negeri 1 Lawang, Gunakan dana PSM dari wali murid untuk Sarana Prasarana, dan bantah Kepala Sekolah Bukti Dukung Dana Bos, Anggota Jurnalistik asal comot yang tidak benar



Pagar Laut Di Pamekasan, BNPM Dan Masyarakat Nelayan Pamekasan Siap Segel



Polresta Kota Batu Jawa Timur Berhasil Ungkap Perdagangan Anak



BNPM JATIM GELAR AKSI DAMAI BUNTUT MALPRAKTEK RS SOEWANDHIE SURABAYA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update