Jembatan yang berada di jalur Jl. Bumiayu–Bululawang tersebut diketahui memiliki nilai sejarah. Bangunan jembatan yang disebut sebagai peninggalan era kolonial Belanda itu dulunya difungsikan sebagai jalur pengangkutan tebu oleh PT Kebon Agung.
Seiring berjalannya waktu, kondisi jembatan mengalami penurunan dan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang masih memanfaatkannya sebagai akses penghubung antarwilayah. Kondisi tersebut kemudian memunculkan desakan agar pemerintah melalui dinas terkait segera melakukan perbaikan.
Keluhan dan aspirasi warga akhirnya mendapat respons. Perbaikan jembatan mulai dilakukan oleh dinas terkait, sehingga masyarakat berharap akses tersebut kembali aman dan nyaman untuk digunakan.
Bagi warga sekitar, keberadaan jembatan ini bukan sekadar infrastruktur penghubung. Selain memiliki fungsi penting bagi mobilitas masyarakat, jembatan tersebut juga menjadi bagian dari jejak sejarah perkembangan kawasan Bumiayu dan sekitarnya.
Masyarakat mengapresiasi langkah perbaikan yang dilakukan. Namun, mereka berharap penanganan tidak berhenti pada perbaikan sementara, melainkan dilanjutkan dengan perawatan dan pengawasan secara berkala agar kondisi jembatan tetap terjaga.
“Jembatan ini selain penting untuk akses warga, juga punya nilai sejarah. Kami berharap setelah diperbaiki bisa benar-benar diperhatikan dan dirawat, sehingga tetap bisa digunakan masyarakat,” ujar warga sekitar, Jum’at (4/9).
Dengan adanya perbaikan tersebut, warga berharap aktivitas masyarakat kembali berjalan lancar sekaligus keberadaan jembatan bersejarah itu dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari sejarah lokal Kota Malang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar