Notification

×

Pencarian Berita DerapHukumPos

Iklan

Iklan Aktif

Indeks Berita

Dwi Indrotito Cahyono, Ketua Pakasa Malang Raya, Sampaikan Mangayubagya Jumenengan Dalem Paku Buwana XIV

Sabtu, 05 September 2026 | September 05, 2026 WIB


DerapHukumPos.com — Keluarga besar Paguyuban Kawula Karaton Surakarta (Pakasa) Cabang Malang Raya menyampaikan Nderek Mangayubagya Jumenengan Dalemkepada SISKS Paku Buwana XIV, Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan sekaligus dukungan moral terhadap keberlangsungan tradisi dan kebudayaan yang menjadi bagian dari perjalanan Karaton Mataram Surakarta.

Ketua Pakasa Malang Raya, KRA Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M., menyampaikan bahwa momentum Jumenengan Dalem memiliki nilai penting bagi masyarakat yang memiliki perhatian terhadap keberadaan serta kelestarian budaya Jawa.

Menurut Dwi, tradisi dan kebudayaan tidak semata-mata berkaitan dengan seremoni, tetapi juga mengandung nilai sejarah, tata krama, serta kearifan lokal yang perlu terus dikenalkan kepada generasi penerus.

 “Pakasa Malang Raya menyampaikan Nderek Mangayubagya sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan terhadap budaya serta tradisi yang diwariskan para leluhur,” ujar Tito.

Tito menilai pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Perkembangan zaman, menurutnya, tidak seharusnya membuat generasi muda semakin jauh dari akar sejarah dan kebudayaan daerah.

Karena itu, keberadaan paguyuban dan komunitas budaya dinilai memiliki peran strategis dalam mengenalkan kembali berbagai tradisi kepada masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.

“Yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai luhur budaya tetap dikenal dan dipahami oleh generasi berikutnya. Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita kehilangan jati diri dan sejarah,” ujarnya Sabtu (5/9).

Ia menambahkan, Pakasa Malang Raya berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya dan tradisi Jawa.


Menurut Tito, mangayubagya terhadap sebuah momentum penting di lingkungan Karaton merupakan bagian dari sikap menghormati sejarah dan kebudayaan yang telah berkembang dari generasi ke generasi.

Ia berharap keberadaan komunitas budaya dapat menjadi jembatan antara generasi masa lalu dan generasi masa kini, sehingga warisan budaya tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi tetap hidup dan dikenal masyarakat.

“Budaya adalah warisan yang harus kita rawat bersama. Pakasa Malang Raya ingin terus berkontribusi dalam menjaga dan mengenalkan nilai-nilai budaya kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dengan penyampaian Nderek Mangayubagya tersebut, keluarga besar Pakasa Malang Raya menegaskan komitmennya untuk turut menjaga eksistensi tradisi, sejarah, dan nilai-nilai budaya Jawa di tengah perubahan zaman.(Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Romadhan



YouTube Widget

Aksi Tolak UU TNI Kota Malang Ricuh, Masa Bawa Bekal Bom Molotov



Polres Malang Ungkap Sindikat Pemerasan Bermodus LSM dan Wartawan,



BNPM Jatim Kawal Pembalakan Liar Pagar Laut Dan Kepemilikan SHM Pesisir Pantai Pulau Madura



Sihabur Romli Kades Karangduren, Ajak Anak Yatim Belanja & Game Zone Di Ramayana Malang



Silaturahmi Derap Hukum Pos || Perkuat Tantangan Era Digital



SMA Negeri 1 Lawang, Gunakan dana PSM dari wali murid untuk Sarana Prasarana, dan bantah Kepala Sekolah Bukti Dukung Dana Bos, Anggota Jurnalistik asal comot yang tidak benar



Pagar Laut Di Pamekasan, BNPM Dan Masyarakat Nelayan Pamekasan Siap Segel



Polresta Kota Batu Jawa Timur Berhasil Ungkap Perdagangan Anak



BNPM JATIM GELAR AKSI DAMAI BUNTUT MALPRAKTEK RS SOEWANDHIE SURABAYA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update