![]() |
| Diduga lokasi penyimpanan Solar Ilegal |
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan tersebut diduga mengangkut solar ilegal yang selanjutnya disalurkan ke jaringan mafia BBM subsidi. Aktivitas ini disebut bukan hal baru. Warga sekitar mengungkapkan praktik tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa adanya tindakan tegas dari aparat.
Saat dikonfirmasi, warga sekitar mengaku lokasi tersebut memang digunakan sebagai tempat penyimpanan solar. Mereka juga menyebut aktivitas truk keluar masuk tidak menentu waktunya. “Kadang malam, kadang pagi baru keluar,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Keberadaan gudang ilegal ini dinilai menimbulkan dampak serius. Dari sisi ekonomi, praktik tersebut berpotensi merugikan keuangan negara akibat penyalahgunaan BBM subsidi yang tidak tepat sasaran. Sementara dari sisi sosial, distribusi ilegal itu memicu kelangkaan bahan bakar bagi masyarakat yang berhak, termasuk pelaku transportasi umum serta nelayan dan petani.
Tak hanya itu, dari aspek hukum, kondisi ini dinilai mencoreng kredibilitas aparat penegak hukum. Minimnya penindakan memperkuat persepsi publik bahwa pelaku skala besar dapat beroperasi tanpa hambatan.
Kasus ini kini menjadi sorotan, seiring meningkatnya desakan agar aparat segera turun tangan dan menindak tegas dugaan praktik mafia BBM subsidi yang merugikan negara dan masyarakat luas.(*)


