Operasi penindakan yang menyebar di 9 daerah, termasuk Balikpapan dan Samarinda, ini berhasil mengamankan sejumlah tersangka dan menyita barang bukti sebanyak 20.867 liter BBM jenis Pertalite dan Solar.
Kapolda Kaltim menjelaskan, modus yang digunakan pelaku adalah memanfaatkan 113 barcode "akal-akalan" agar bisa melakukan pengisian BBM subsidi secara berulang-ulang. Polisi menduga kasus ini bukan dilakukan pelaku tunggal, melainkan merupakan jaringan yang terstruktur dan sistematis.
"Kami menemukan indikasi adanya jaringan yang terorganisir. Saat ini kasus masih dalam pengembangan untuk membongkar siapa dalang di baliknya," ujarnya.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan penindakan tegas guna memastikan BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oknum untuk keuntungan pribadi. (tim/Cm)


