Baur SIM Satpas Singosari, Ulil Andrianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mendekatkan diri kepada masyarakat.
“Momentum Hari Kartini kami maknai sebagai pengingat bahwa pelayanan publik harus terus berkembang, tidak hanya dari sisi sistem, tetapi juga pendekatan budaya. Dengan mengenakan pakaian adat, kami ingin menghadirkan suasana yang lebih hangat, ramah, dan membumi bagi masyarakat,” ujar Ulil Andrianto di sela kegiatan pelayanan, Senin (21/4/2026).
Ia menambahkan bahwa inovasi seperti ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi para pemohon SIM, tanpa mengurangi profesionalisme dan standar operasional yang berlaku. Menurutnya, pelayanan yang baik tidak hanya diukur dari kecepatan dan ketepatan, tetapi juga dari kenyamanan dan kesan positif yang dirasakan masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, proses pelayanan pembuatan maupun perpanjangan SIM tetap berjalan normal, tertib, dan lancar. Masyarakat yang datang pun tampak antusias serta mengapresiasi inisiatif tersebut karena menghadirkan suasana yang lebih menarik dan tidak monoton.
Salah satu pemohon SIM, Dewi Lestari, menilai bahwa inovasi tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan publik dapat dikemas lebih kreatif tanpa mengurangi kualitas.
“Menurut saya ini bagus sekali, karena selain memperingati Hari Kartini, juga membuat masyarakat lebih menikmati proses pengurusan SIM. Tidak terasa membosankan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ulil Andrianto menegaskan bahwa Satpas SIM Singosari akan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan, baik melalui pembenahan sistem digital, peningkatan sarana prasarana, maupun pendekatan kultural yang relevan dengan nilai-nilai masyarakat.
“Harapan kami, masyarakat tidak hanya merasa terlayani dengan baik, tetapi juga merasakan bahwa kehadiran kami benar-benar dekat dan menjadi bagian dari mereka,” pungkasnya.
Peringatan Hari Kartini di Satpas SIM Singosari ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa pelayanan publik dapat dikemas secara kreatif tanpa meninggalkan esensi utama, yakni profesionalitas, transparansi, dan kepuasan masyarakat.(Red)


