![]() |
| Jurnalis: Khoirul imam | Sumber: Khoirul Imam |
Kegiatan yang diinisiasi oleh BSI Maslahat ini menghadirkan 31 anak yatim dari Panti KH Mas Masyur Malang, didampingi 11 pendamping serta sejumlah perwakilan lembaga. Tidak sekadar rekreasi, kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan holistik dalam membangun mental, sosial, dan emosional anak-anak penerima manfaat.
Sejak awal kegiatan, anak-anak mendapatkan motivasi untuk terus semangat belajar dan berani bermimpi. Pendekatan ini penting mengingat anak-anak yatim kerap menghadapi tantangan psikososial yang membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak.
Suasana semakin hidup saat sesi kuis interaktif berlangsung. Di sinilah terlihat bagaimana metode pembelajaran yang menyenangkan mampu mendorong keberanian anak-anak untuk tampil, berbicara, dan berinteraksi. Aktivitas ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana pembentukan karakter.
Tak berhenti di situ, kegiatan outbound yang digelar turut menanamkan nilai kerja sama, kepemimpinan, dan solidaritas. Dalam perspektif sosial, pengalaman seperti ini memiliki dampak jangka panjang dalam membentuk pola pikir kolaboratif dan rasa percaya diri anak.
Puncak kegiatan berlangsung dalam sesi rekreasi air. Di tengah tawa dan keceriaan, tersimpan makna penting bahwa kebahagiaan sederhana dapat menjadi energi besar bagi tumbuh kembang anak. Interaksi yang terbangun secara alami juga memperkuat ikatan emosional antara anak, pendamping, dan penyelenggara.
Program ini sekaligus menjadi refleksi bahwa tanggung jawab sosial bukan hanya sebatas bantuan materi, tetapi juga mencakup dukungan psikologis dan ruang ekspresi bagi anak-anak. Melalui kegiatan seperti ini, BSI Maslahat menunjukkan peran strategisnya dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Mentor program menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam proses pendampingan.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga pengalaman hidup yang membentuk semangat, keberanian, dan harapan mereka ke depan,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang menjadi simbol kebersamaan dan bukti nyata hadirnya kepedulian. Lebih dari sekadar acara, gathering ini menjadi cerminan bahwa kolaborasi antara lembaga sosial dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata—membangun generasi yang tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dengan penuh percaya diri.





