![]() |
| Pertunjukan live musik di Mikutopia, Kota Batu, menjadi ruang ekspresi bagi musisi lokal dan penyandang disabilitas untuk menampilkan karya mereka di hadapan pengunjung. |
Inisiatif tersebut menjadi wadah bagi para pengamen penyandang disabilitas serta musisi Kota Batu untuk menampilkan karya sekaligus mengembangkan potensi mereka di hadapan publik. Kehadiran panggung hiburan ini pun disambut positif oleh berbagai kalangan.
Salah seorang pengamen penyandang disabilitas, Eko Pramono, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan. Ia mengaku fasilitas tersebut sangat membantu dirinya untuk tetap berkarya tanpa harus mengamen secara berpindah-pindah seperti sebelumnya.
Menurutnya, keberadaan ruang ekspresi seperti ini tidak hanya memberi peluang berkesenian, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi tingkat pengangguran, khususnya bagi penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan fisik.
Dukungan serupa juga datang dari kalangan musisi lokal. Yayak, yang turut berkolaborasi dalam pertunjukan tersebut, mengungkapkan bahwa pengalaman bermain musik bersama penyandang disabilitas memberikan kesan tersendiri. Ia menilai kolaborasi tersebut berjalan harmonis dan penuh semangat, terlebih dengan membawakan lagu-lagu karya sendiri.
Tak hanya pelaku seni, kehadiran live musik di Mikutopia juga mendapat respons positif dari para wisatawan. Pengunjung mengaku terhibur dengan suasana baru yang dihadirkan, sekaligus memberikan pengalaman berbeda saat berwisata.
Seorang wisatawan asal Gresik, Michael, menyebutkan bahwa pertunjukan musik tersebut menjadi daya tarik tambahan. Ia bahkan berencana merekomendasikan pengalaman tersebut kepada kerabatnya.
Sementara itu, wisatawan asal Jakarta, Linda Molase, turut mengapresiasi kualitas penampilan para musisi. Ia menilai lagu-lagu yang dibawakan memiliki pesan mendalam, termasuk salah satunya yang mengangkat tema tentang Kota Batu dengan nilai pariwisata, pertanian, hingga toleransi sosial.
Manajemen Mikutopia menegaskan bahwa penyediaan panggung hiburan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap komunitas penyandang disabilitas dan musisi lokal. Selain sebagai sarana hiburan, fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi ruang produktif bagi mereka untuk terus berkarya dan berkembang.
“Kami ingin memberikan ruang yang layak bagi mereka untuk berekspresi dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam mendukung kreativitas dan inklusivitas,” ujar perwakilan manajemen.
Dengan adanya program ini, Mikutopia diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain dalam menciptakan ruang yang inklusif sekaligus memberdayakan masyarakat melalui seni dan kreativitas.(Red)


