![]() |
| Camat Bumiaji, Thomas Maido saat bermain musik bersama musisi penyandang disabilitas di Kopi Embongan. |
Camat Bumiaji, Thomas Maido, menyampaikan dukungannya terhadap konsep yang diusung Kopi Embongan. Ia menilai tempat tersebut mampu menjadi wadah positif untuk menyalurkan bakat sekaligus membangun interaksi sosial antara masyarakat umum dan musisi disabilitas.
Menurutnya, suasana kebersamaan yang tercipta di lokasi ini menjadi nilai lebih. Pengunjung dapat menikmati hiburan musik secara langsung, bahkan turut berpartisipasi dengan bernyanyi bersama para musisi yang tampil.
Lebih lanjut, ia berharap Kopi Embongan dapat menjadi titik awal kolaborasi antara musisi disabilitas dengan komunitas musik yang lebih luas di Kota Batu. Dengan adanya interaksi tersebut, diharapkan perkembangan seni musik lokal semakin beragam dan inklusif.
Tempat ini dikelola oleh Gatot Supriyanto, seorang musisi disabilitas yang memanfaatkan fasilitas yang diberikan untuk membuka usaha sekaligus ruang ekspresi. Ia mengaku bersyukur atas dukungan berbagai pihak yang telah membantu mewujudkan tempat tersebut.
Dukungan juga datang dari komunitas musik lokal, termasuk band punk rock Brain Wash. Mereka mengapresiasi semangat kebersamaan para musisi disabilitas yang tetap berkarya tanpa sekat, sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut memberikan dukungan nyata.
Tak hanya dari komunitas lokal, antusiasme juga terlihat dari para pengunjung. Sejumlah wisatawan mengaku terhibur dengan konsep live music yang dihadirkan, serta menilai harga makanan dan minuman yang ditawarkan cukup terjangkau.
Dengan konsep yang mengedepankan inklusivitas dan kreativitas, Kopi Embongan kini menjadi salah satu ruang alternatif di Kota Batu yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.(Red)


