DerapHukumPos.com --Malang – Suasana haru menyelimuti kediaman Wali Kota Malang pada Minggu malam, 23 November 2025. Tepat pukul 19.00 WIB, Ketua DPW BNPM Jawa Timur, Muhammad Ali Yasin, S.E, hadir untuk menyampaikan takziyah atas wafatnya Ibu Hanik Andriani, istri Wali Kota Malang, Bapak Wahyu Hidayat. Kehadiran pria yang akrab disapa Aba Yasin itu bukan sekadar bentuk empati formal, melainkan wujud kedekatan emosional dan hubungan persahabatan yang telah lama terjalin antara dua sosok pemimpin tersebut.
Dalam suasana yang penuh keheningan, Aba Yasin turut mengikuti doa bersama. Dengan suara yang tegas namun sarat ketulusan, ia menyampaikan permohonan maaf serta rasa kehilangan yang mendalam. Di hadapan keluarga dan para pelayat, ia memberikan kesaksian tentang sosok almarhumah yang semasa hidupnya dikenal sebagai pribadi lembut, peduli, dan penuh empati terhadap masyarakat kecil, terutama kaum ibu di berbagai wilayah Kota Malang.
"Saya bersaksi bahwa almarhumah Ibu Hanik adalah perempuan baik, penuh perhatian, dan tulus mencintai masyarakat. Banyak kader, ibu-ibu, dan warga kecil yang merasakan kepeduliannya. Beliau sosok yang tak pernah lelah mendorong kebaikan dan menjadi penopang bagi Pak Wahyu dalam menjalankan amanah besar sebagai Wali Kota," ungkap Aba Yasin usai doa bersama.
Kehadiran dua tokoh—Aba Yasin dan Wali Kota Wahyu Hidayat—pada momen duka ini mengandung pesan kuat tentang kemanusiaan dalam kepemimpinan. Di tengah jabatan, tanggung jawab, dan dinamika politik, keduanya menunjukkan bahwa seorang pemimpin sejati tidak hanya hadir ketika ditinggikan, tetapi juga ketika rasa kehilangan melanda.
Wali Kota Malang, yang beberapa waktu terakhir berjuang menjalani hari-hari berat akibat kepergian sang istri tercinta, tampak menyambut hangat kedatangan Ketua DPW BNPM Jatim itu. Kedekatan keduanya bukan sekadar hubungan antarinstansi, namun telah menjelma menjadi persahabatan yang saling menguatkan, terutama dalam situasi yang menguji keteguhan hati.
Bagi masyarakat, kehadiran kedua tokoh ini menjadi simbol bahwa kepemimpinan yang baik tidak hanya diukur dari kebijakan atau pembangunan fisik, tetapi juga dari perhatian, ketulusan, dan empati terhadap sesama. Almarhumah Ibu Hanik Andriani pun dikenang sebagai figur yang memberi warna kebaikan dalam perjalanan Kota Malang, meskipun kini telah berpulang.
Malam itu, doa dan duka berpadu menjadi satu. Di antara cahaya lampu dan lantunan ayat suci, tersirat harapan agar keteladanan kebaikan yang ditinggalkan almarhumah dapat menjadi inspirasi, sementara hubungan persahabatan dua pemimpin—Aba Yasin dan Wali Kota Wahyu Hidayat—tetap terjaga sebagai fondasi kolaborasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Reporter: busamat
Editor: admin tim redaksi


