Notification

×

Pencarian Berita DerapHukumPos

Iklan

Iklan Aktif

Indeks Berita

Tanamkan Budaya Sopan Santun, SDN Sidomulyo 02 Kota Batu Hadirkan Inovasi "ESSIDA, Permisi Mang Iki Sasa Senyum Lo"

Selasa, 04 Agustus 2026 | Agustus 04, 2026 WIB

DerapHukumPos.com -- Batu - Dalam membentuk pribadi anak sejak usia dini melalui pendidikan karakter sangatlah penting, karena merupakan fondasi utama dalam membangun kepribadian mereka. 

Di era digitalisasi yang serba cepat saat ini penanaman pendidikan karakter pada Sekolah Dasar (SD), menjadi tantangan berat bagi para pendidik. 

Penyebab beratnya tantangan disebabkan oleh terpinggirkannya nilai-nilai sopan santun dan kesadaran social.

Beberapa sikap santun seperti mengucap “permisi”, “tolong”, “maaf”, serta kebiasaan memberi salam, menyapa, dan tersenyum mulai jarang dilakukan oleh peserta didik secara spontan dan tulus.

Keberadaan penanaman sikap-sikap sederhana tersebut, sesungguhnya merupakan bagian dari pembentukan karakter baik yang perlu ditanamkan dan dilatih sejak dini di lingkungan sekolah dasar. 

Karakter yang kuat akan membantu anak tidak hanya dalam kehidupan sosial, tetapi juga mendukung pembentukan jati diri yang positif dan etis.

Melalui inovasi ini “ESSIDA, Permisi Mang Iki Sasa Senyum Lo”  SDN Sidomulyo 02 Kota Batu, menanamkan dan membiasakan peserta didik  untuk menggunakan kata-kata sopan dalam kehidupan sehari-hari, baik itu di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat.

ESSIDA = SDN Sidomulyo 02
PERMISI = Permisi
MANG = Maaf
IKI = Peduli
SASA =  Sapa, Santun
SENYUM = Senyum
LO = Tolong

Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sidomulyo 02 Kota Batu, Marsiana Ika Supriharsini, S.Pd menjelaskan, maksud dan tujuan agar peserta didik bisa menjadi pembiasaan sederhana namun bermakna.

"Sekolah diharapkan dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia," terangnya kepada awak media, Selasa (4/8/2026).

Dirinya menambahkan, jika hal itu dilakukan dapat meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap pentingnya sikap ramah dan santun kepada siapapun dan dimanapun mereka berada.

"Ya, selain itu juga dapat menciptakan lingkungan sekolah yang hangat, menyenangkan, dan menghargai sesama. Sebab, juga membentuk karakter peserta didik yang santun, peduli, dan berbudaya," imbuhnya.

Sementara itu, Guru SDN Sidomulyo 02 Kota Batu, Elzauja Zahara, S.Pd juga menyampaikan, sasaran inovasi yang utama adalah peserta didik dapat memberikan manfaat.

Bagi Siswa

"Terbiasa menggunakan kata-kata positif dalam komunikasi sehari-hari. Memiliki sikap sopan, ramah, dan empatik terhadap sesama.Lebih percaya diri dalam berinteraksi sosial," ujarnya.

Bagi Sekolah

"Terbangunnya budaya sekolah yang positif dan menyenangkan. Terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan penuh hormat," katanya.

Bagi Orang Tua dan Masyarakat

"Terbentuknya sinergi dalam membangun karakter anak di lingkungan rumah dan masyarakat. Menjadi contoh dalam menghidupkan nilai-nilai kesantunan di kehidupan sehari-hari," paparnya.

Lebih lanjut, dirinya menerangkan, berkaitan dengan penerapan "Zona 5S" di gerbang sekolah. Dimana setiap pagi, siswa disambut guru dan lima siswa yang bertugas untuk piket pagi untuk selalu senyum tulus, salam hangat, sapa nama siswa, sikap sopan dan santun dalam kontak mata, bahasa tubuh, dan ucapan di depan gerbang sebelum bel sekolah berbunyi.

"Setelah itu siswa memilih salah satu bahasa cinta yang terdapat di banner gerbang sekolah terdiri dari gambar hati, berpelukan atau pemberian hati
gambar tangan (tos)," jelasnya.

Terakhir, Guru SDN Sidomulyo 02, Elzauja Zahara, S.Pd mengungkapkan, bahwa pada pukul 06.30 WIB, guru piket menyambut siswa yang datang di gerbang sekolah dan masing-masing kelas mengirimkan delegasi sebanyak 3 siswa untuk ikut menyambut temannya yang datang.

"Setelah bel masuk pukul 07.00 – 07.15 WIB siswa dan guru melaksanakan pembiasaan. Setelah pembiasaan pukul 07.15- 07.20 WIB siswa yang sudah dipersiapkan oleh guru piket melakukan role playing tentang penerapan karakter meliputi (sopan, empati, ramah, maaf, permisi, tolong).
Pukul 07.20 – 07.25 WIB siswa bersalam-salaman dengan teman dan guru, kemudian masuk ke ruang kelas masing-masing," tandasnya.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Romadhan



YouTube Widget

Aksi Tolak UU TNI Kota Malang Ricuh, Masa Bawa Bekal Bom Molotov



Polres Malang Ungkap Sindikat Pemerasan Bermodus LSM dan Wartawan,



BNPM Jatim Kawal Pembalakan Liar Pagar Laut Dan Kepemilikan SHM Pesisir Pantai Pulau Madura



Sihabur Romli Kades Karangduren, Ajak Anak Yatim Belanja & Game Zone Di Ramayana Malang



Silaturahmi Derap Hukum Pos || Perkuat Tantangan Era Digital



SMA Negeri 1 Lawang, Gunakan dana PSM dari wali murid untuk Sarana Prasarana, dan bantah Kepala Sekolah Bukti Dukung Dana Bos, Anggota Jurnalistik asal comot yang tidak benar



Pagar Laut Di Pamekasan, BNPM Dan Masyarakat Nelayan Pamekasan Siap Segel



Polresta Kota Batu Jawa Timur Berhasil Ungkap Perdagangan Anak



BNPM JATIM GELAR AKSI DAMAI BUNTUT MALPRAKTEK RS SOEWANDHIE SURABAYA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update