![]() |
| Dok : Dian |
Aksi kemanusiaan tersebut digelar Selasa (25/8/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Penggalangan donasi direncanakan berlangsung di tiga titik, yakni depan Posko Ormas Terpadu/Posko PMI di Jalan Panglima Sudirman, perempatan BCA Jalan Gajahmada, serta kawasan Alun-Alun Kota Batu.
Forbes Koba menggandeng berbagai organisasi kemasyarakatan, warga, jurnalis hingga komunitas punk Kota Batu. Keterlibatan lintas kelompok tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan solidaritas sekaligus mengajak masyarakat turut membantu warga NTT yang terdampak bencana.
Koordinator Forbes Koba, Thomas Maydo, mengatakan forum tersebut memang dibentuk sebagai ruang kolaborasi berbagai organisasi dengan latar belakang berbeda.
“Forum Ormas Bersatu Kota Batu ini menghimpun berbagai elemen, mulai dari ormas budaya, keagamaan, lingkungan, rescue, ambulans, termasuk jurnalis,” ujarnya.
Menurut Thomas, perbedaan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bergerak bersama dalam kegiatan sosial. Justru, menurutnya, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Penggalangan dana tersebut telah mendapat izin dari Polsek Batu, Satpol PP Kota Batu dan Dinas Perhubungan Kota Batu. Kegiatan sementara dipusatkan di Posko Ormas Terpadu karena keterbatasan personel.
Thomas menyebut, masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan bantuan secara langsung ke posko maupun melalui rekening donasi yang telah disediakan.
BRI: 0551 0100 1720 535
Atas nama: FREDERIKUS TO GOA
Kontak donasi: 085233018372 / 085100676895 (Thomas Maydo/Edi To Goa).
Ia memastikan donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan untuk membantu kebutuhan para korban bencana di NTT.
“Bersama kita bantu, bersama kita bangkit. Mari kita salurkan kepedulian untuk saudara-saudara kita di NTT yang sedang membutuhkan uluran tangan,” ajaknya.
Hal menarik dalam aksi tersebut adalah keterlibatan komunitas punk Kota Batu. Mereka tidak hanya hadir sebagai pendukung, tetapi ikut turun langsung menggalang donasi.
Kurowo, anggota komunitas punk Kota Batu sekaligus gitaris band punk rock BRAIN WASH, mengaku terpanggil untuk ikut membantu korban bencana.
Menurutnya, keterlibatan komunitas punk dalam kegiatan sosial juga menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal latar belakang maupun identitas kelompok.
“Punk bisa peduli, punk bisa berbagi, punk bisa berbuat,” tegasnya.
Ia berharap bantuan yang dihimpun dapat memberikan manfaat bagi masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.
Selain ormas dan komunitas punk, sejumlah jurnalis Kota Batu juga turut mengambil bagian dalam aksi penggalangan dana tersebut.
Keterlibatan insan pers dinilai penting bukan hanya dalam membantu menghimpun donasi, tetapi juga menyebarluaskan informasi agar gerakan kemanusiaan tersebut diketahui masyarakat lebih luas.
Forbes Koba berharap solidaritas lintas elemen ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang ingin memberikan bantuan.
Thomas juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai relawan dalam kegiatan penggalangan dana.
“Semoga amal kebaikan semuanya dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.(Red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar