Notification

×

Pencarian Berita DerapHukumPos

Iklan

Iklan Aktif

Indeks Berita

Ketua PAKASA Malang Raya KRA Dwi Indrotito Cahyono Hadiri Grebeg Maulud di Keraton Surakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | Agustus 27, 2026 WIB
 PB XIV HANGABEHI berserta abdi dalem.

DerapHukumPos.com -- SURAKARTA — Ketua PAKASA Malang Raya, KRA Dwi Indrotito Cahyono,S.H., M.M, menghadiri langsung prosesi Grebeg Maulud di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Rabu (26/8/2026).

Kehadiran KRA Dwi Indrotito Cahyono dalam tradisi budaya tersebut menjadi bagian dari upaya untuk turut menyaksikan sekaligus memberikan perhatian terhadap pelestarian warisan budaya Jawa yang masih terus dijalankan hingga saat ini.

Grebeg Maulud merupakan salah satu tradisi Keraton Surakarta dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada pelaksanaannya, kirab gunungan menjadi salah satu rangkaian yang menarik perhatian masyarakat. Sejumlah gunungan dibawa menuju Masjid Agung Solo untuk mengikuti prosesi doa sebelum kemudian menjadi rebutan warga sebagai bagian dari tradisi ngalap berkah.

Bagi PAKASA Malang Raya, tradisi seperti Grebeg Maulud memiliki nilai penting karena tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas, sejarah dan tata nilai masyarakat Jawa.

KRA Dwi Indrotito Cahyono menilai keberadaan tradisi budaya semacam ini perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi mampu menjadi sarana edukasi sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya Nusantara.

“Budaya adalah jati diri. Tradisi seperti Grebeg Maulud harus terus kita rawat dan dikenalkan kepada generasi muda, sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujar sam Tito (sapaan akrabnya)

Ia juga menegaskan bahwa PAKASA Malang Raya berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya, tradisi dan kearifan lokal.

Menurutnya, keberagaman budaya Jawa merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Pelestarian tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari komunitas budaya, generasi muda, masyarakat hingga pemerintah.

“Kita tidak cukup hanya bangga dengan budaya sendiri. Harus ada langkah nyata untuk menjaga, mengenalkan dan melestarikannya,” tegasnya.

Prosesi Grebeg Maulud di Keraton Surakarta tahun ini berlangsung dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Tradisi perebutan isi gunungan kembali menjadi salah satu momen yang dinantikan warga karena diyakini membawa keberkahan. 

Kehadiran Ketua PAKASA Malang Raya dalam momentum tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa pelestarian budaya tidak mengenal batas wilayah. Budaya Jawa yang tumbuh di berbagai daerah memiliki keterkaitan sejarah dan nilai yang perlu terus dirawat secara bersama-sama.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Romadhan



YouTube Widget

Aksi Tolak UU TNI Kota Malang Ricuh, Masa Bawa Bekal Bom Molotov



Polres Malang Ungkap Sindikat Pemerasan Bermodus LSM dan Wartawan,



BNPM Jatim Kawal Pembalakan Liar Pagar Laut Dan Kepemilikan SHM Pesisir Pantai Pulau Madura



Sihabur Romli Kades Karangduren, Ajak Anak Yatim Belanja & Game Zone Di Ramayana Malang



Silaturahmi Derap Hukum Pos || Perkuat Tantangan Era Digital



SMA Negeri 1 Lawang, Gunakan dana PSM dari wali murid untuk Sarana Prasarana, dan bantah Kepala Sekolah Bukti Dukung Dana Bos, Anggota Jurnalistik asal comot yang tidak benar



Pagar Laut Di Pamekasan, BNPM Dan Masyarakat Nelayan Pamekasan Siap Segel



Polresta Kota Batu Jawa Timur Berhasil Ungkap Perdagangan Anak



BNPM JATIM GELAR AKSI DAMAI BUNTUT MALPRAKTEK RS SOEWANDHIE SURABAYA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update