Saat awak media mencoba mengonfirmasi jenis muatan, sopir disebut tidak memberikan jawaban tegas ketika ditanya apakah tangki tersebut membawa solar subsidi.
“Kami sudah menanyakan langsung soal muatannya, tetapi sopir tidak memberikan jawaban yang jelas dan tidak mengonfirmasi apakah kendaraan membawa solar subsidi,” ujar salah satu awak media di lokasi.
Sikap tersebut semakin menimbulkan tanda tanya ketika kendaraan kemudian meninggalkan lokasi dan masuk ke jalur tol saat awak media berupaya mengejar untuk meminta klarifikasi.
Sebelumnya, informasi mengenai dugaan pengangkutan solar subsidi tersebut juga telah dikoordinasikan kepada Polres Pasuruan. Namun, hingga kendaraan meninggalkan lokasi, menurut informasi awak media, belum terlihat adanya tindakan maupun pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut.
Kini persoalannya bukan sekadar soal kendaraan yang masuk tol. Publik membutuhkan kepastian: apa muatan sebenarnya, dari mana asalnya, ke mana tujuannya, dan apakah seluruh dokumen pengangkutan BBM tersebut sesuai aturan?
Jika muatannya legal, perusahaan maupun pihak terkait seharusnya dapat memberikan klarifikasi secara terbuka. Sebaliknya, jika ditemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi, aparat penegak hukum harus bertindak tegas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Jaya Energi maupun kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.(*)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar