Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Malang bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, serta lembaga perbankan dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di lingkungan pendidikan. Program tersebut bertujuan menanamkan budaya menabung sejak usia dini sekaligus membangun karakter pelajar yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Malang Farid Faletehan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi, para Asisten Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, jajaran Kepala Perangkat Daerah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Malang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Direktur Utama BPR Artha Kanjuruhan, para kepala sekolah, ketua komite, tenaga pendidik, serta ribuan pelajar SD, SMP, dan MTs negeri maupun swasta yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.
Program KEJAR dan RABU tidak hanya berfokus pada pembukaan rekening tabungan bagi pelajar, tetapi juga menjadi media pembelajaran mengenai pentingnya pengelolaan keuangan secara sehat. Melalui kebiasaan menabung, peserta didik diharapkan mampu memahami nilai perencanaan, kedisiplinan, serta pentingnya mempersiapkan masa depan sejak dini.
Dalam perspektif pendidikan, literasi keuangan merupakan bagian dari pembentukan karakter yang selaras dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu bekal penting agar generasi muda mampu menghadapi tantangan ekonomi di era digital dengan lebih bijaksana dan produktif.
Pemerintah Kabupaten Malang menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik semata, tetapi juga dari kemampuan peserta didik memiliki kecakapan hidup (life skills), termasuk kecerdasan finansial. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, sekolah, orang tua, lembaga keuangan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menyukseskan program tersebut.
Dinas Pendidikan Kabupaten Malang diharapkan terus mengawal implementasi Program KEJAR dan RABU hingga ke seluruh satuan pendidikan. Edukasi mengenai budaya menabung perlu dilakukan secara berkelanjutan agar menjadi bagian dari kebiasaan positif yang tertanam dalam kehidupan peserta didik.
Dukungan dan Harapan
DerapHukumPos memberikan apresiasi atas langkah nyata Pemerintah Kabupaten Malang dalam menghadirkan program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan literasi keuangan. Program ini dinilai mampu menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bertanggung jawab.
Seluruh elemen pendidikan diharapkan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program KEJAR dan RABU agar mampu menjangkau seluruh pelajar di Kabupaten Malang. Dengan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Malang, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, OJK, Bank Indonesia, dunia perbankan, serta masyarakat, diharapkan lahir generasi muda yang cerdas, berintegritas, mandiri, dan siap menghadapi tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Program ini menjadi bukti bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa dimulai dari pendidikan yang mampu membentuk karakter, meningkatkan literasi, dan menumbuhkan budaya positif sejak usia sekolah.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar