![]() |
| Deraphukumpos – Jurnalis Busamat |
DerapHukumPos.com -- Malang — Langkah modernisasi pendidikan di Kabupaten Malang kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Sistem TI dan Konten Pembelajaran Digital, hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan Tim Pengembangan Sekolah Universitas Negeri Malang (UM). Kegiatan strategis ini berlangsung selama enam hari, 1–6 Desember 2025, dan melibatkan 7 SD serta 10 SMP Unggulan 2025 yang dipilih sebagai pilot project Sekolah Unggulan.
Bimtek ini menjadi ruang percepatan transformasi digital sekolah, mulai dari penguatan sistem informasi, pengelolaan website, hingga pembentukan konten pembelajaran digital yang dapat diakses masyarakat secara luas.
Website Sekolah Harus Mudah Ditemukan dan Menjadi Media Pembelajaran
Tim UM menegaskan bahwa website sekolah tidak lagi sekadar etalase informasi, tetapi sudah menjadi sarana pembelajaran digital. Kemudahan akses dan ketersediaan konten menjadi fokus utama."Website sekolah harus mudah ditemukan dan menjadi pusat pembelajaran digital. Inilah fondasi penting menuju sekolah unggul berbasis teknologi," disampaikan narasumber dari UM dalam sesi pemaparan materi.
Melalui Bimtek ini, para peserta—baik pengelola website maupun guru—dibekali keterampilan teknis untuk mengembangkan konten pembelajaran digital yang nantinya terhubung langsung dengan website sekolah masing-masing.
Rosyta Dewi: Teknologi Membuka Manfaat, Etika Digital Tetap Utama
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rosyta Dewi, SH., M.AP, mewakili Kepala Dinas Pendidikan, menyampaikan apresiasi dan penekanan penting mengenai era digital di dunia pendidikan.
Menurutnya, kehadiran teknologi telah membawa percepatan luar biasa dalam pelayanan pendidikan.
“Kemajuan teknologi, khususnya internet, telah membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan. Website sekolah kini menjadi sarana komunikasi efektif untuk menyampaikan informasi, kebijakan, jadwal kegiatan, hingga pengumuman kepada guru, staf, siswa, dan orang tua,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Rosyta juga mengingatkan bahwa transformasi digital harus tetap diiringi tanggung jawab moral.
“Kemudahan teknologi harus diimbangi kehati-hatian dalam bermedia sosial. Mari kita manfaatkan teknologi dengan bijak demi kemajuan pendidikan di sekolah kita,” tegasnya.
Menuju Sekolah Unggulan Berbasis Digital
Bimtek ini dipandang sebagai langkah strategis Dispendik Malang dalam menyiapkan sekolah-sekolah unggulan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan website yang aktif, informatif, dan dilengkapi konten pembelajaran digital, sekolah diharapkan mampu menghadirkan ekosistem belajar yang lebih transparan, inovatif, dan terbuka bagi publik.
Dispendik Kabupaten Malang menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penguatan digitalisasi pendidikan, termasuk pendampingan lanjutan bagi sekolah pilot project.



