Notification

×

Pencarian Berita DerapHukumPos

Iklan

Iklan Aktif

Indeks Berita

WhatsApp Palsu Mengatasnamakan Zulham Beredar, Masyarakat Diminta Waspada

Kamis, 08 Oktober 2026 | Oktober 08, 2026 WIB

DerapHukumPos.com -- MALANG — Masyarakat Kabupaten Malang diminta lebih waspada terhadap modus penipuan dengan mengatasnamakan pejabat publik. Salah satunya terjadi dengan pencatutan nama Zulham Ahmad Mubarrok, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, melalui akun WhatsApp yang diduga palsu.

Peringatan tersebut disampaikan melalui informasi yang beredar di media sosial. Terlihat sebuah akun WhatsApp menggunakan nama “Zulham Ahmad Mubarrok” lengkap dengan foto yang menyerupai Zulham.

Akun tersebut bahkan terlihat mengirimkan pesan bernada personal kepada seseorang, mulai dari sapaan hingga meminta nomor yang bersangkutan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila penerima pesan mengira komunikasi tersebut benar-benar berasal dari Zulham.

Menanggapi pencatutan identitas tersebut, Zulham menilai masyarakat perlu berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pesan dari nomor yang tidak dikenal, terlebih jika komunikasi mulai mengarah pada permintaan tertentu.

“Saya mengimbau masyarakat jangan langsung percaya apabila ada nomor WhatsApp yang mengatasnamakan saya. Pastikan dulu kebenarannya. Kalau nomornya tidak dikenal dan komunikasinya mencurigakan, jangan dilayani dan jangan memberikan data pribadi,” demikian pernyataan yang dapat digunakan Zulham dalam pemberitaan.

Zulham juga mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru mengikuti permintaan dari akun yang mengaku sebagai dirinya. Terlebih apabila dalam komunikasi tersebut terdapat permintaan uang, data pribadi, kode OTP, maupun bentuk transaksi lainnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi komunikasi memang memberikan kemudahan dalam berinteraksi, namun pada saat yang sama juga membuka ruang bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan pencatutan identitas.

“Kalau ada yang menerima pesan seperti itu, sebaiknya screenshot dan simpan sebagai bukti. Jangan dibalas kalau memang tidak yakin, kemudian nomor tersebut bisa langsung diblokir dan dilaporkan,”lanjutnya.

Peringatan tersebut juga mengarahkan masyarakat yang menerima pesan mencurigakan untuk melakukan screenshot, mengumpulkan bukti, kemudian melaporkannya kepada pihak berwenang atau melalui kanal pelaporan yang tersedia.

Langkah tersebut dinilai penting agar akun maupun nomor yang digunakan pelaku dapat ditindaklanjuti dan tidak semakin banyak memakan korban.

Zulham menegaskan, pencatutan nama pejabat maupun tokoh publik bukan persoalan sepele karena dapat merugikan masyarakat sekaligus mencoreng nama baik pihak yang identitasnya digunakan.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena percaya begitu saja. Verifikasi terlebih dahulu setiap komunikasi yang mengatasnamakan saya,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat yang mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal dengan mengatasnamakan Zulham Ahmad Mubarrok diimbau tidak membalas, tidak memberikan data pribadi, tidak melakukan transfer uang, menyimpan bukti percakapan, kemudian memblokir dan melaporkan nomor tersebut.(Red)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan Romadhan



YouTube Widget

Aksi Tolak UU TNI Kota Malang Ricuh, Masa Bawa Bekal Bom Molotov



Polres Malang Ungkap Sindikat Pemerasan Bermodus LSM dan Wartawan,



BNPM Jatim Kawal Pembalakan Liar Pagar Laut Dan Kepemilikan SHM Pesisir Pantai Pulau Madura



Sihabur Romli Kades Karangduren, Ajak Anak Yatim Belanja & Game Zone Di Ramayana Malang



Silaturahmi Derap Hukum Pos || Perkuat Tantangan Era Digital



SMA Negeri 1 Lawang, Gunakan dana PSM dari wali murid untuk Sarana Prasarana, dan bantah Kepala Sekolah Bukti Dukung Dana Bos, Anggota Jurnalistik asal comot yang tidak benar



Pagar Laut Di Pamekasan, BNPM Dan Masyarakat Nelayan Pamekasan Siap Segel



Polresta Kota Batu Jawa Timur Berhasil Ungkap Perdagangan Anak



BNPM JATIM GELAR AKSI DAMAI BUNTUT MALPRAKTEK RS SOEWANDHIE SURABAYA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update