Pedagang tersebut mengaku kesulitan menjalankan usahanya ketika kendaraan diparkir secara tidak teratur di depan lapak. Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan mengenai penataan parkir dan tanggung jawab pihak terkait dalam menjaga ketertiban di kawasan pasar.
Merasa keluhannya perlu ditindaklanjuti, pedagang itu mengaku sempat melaporkan persoalan tersebut kepada pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Namun, menurut pengakuan pedagang, jawaban yang diterimanya justru mengejutkan. Ia mengaku mendapat respons, “Bukan tugas saya.”
Pernyataan tersebut, apabila disampaikan sebagaimana diceritakan pedagang, menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Ketika seorang warga mengadukan persoalan ketertiban di ruang publik, semestinya terdapat kejelasan mengenai instansi yang berwenang menerima laporan dan menindaklanjutinya.
Jangan Sampai Pedagang Kecil Merasa Dibiarkan
Persoalan parkir yang tidak tertata bukan sekadar urusan kendaraan. Bagi pedagang kecil, akses menuju lapak dan kemudahan pelanggan untuk berhenti sejenak dapat berpengaruh terhadap kelancaran usaha sehari-hari.
Karena itu, diperlukan koordinasi antara pengelola pasar, petugas parkir, dan instansi terkait agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut. Jika memang bukan kewenangan Satpol PP, masyarakat tetap berhak memperoleh penjelasan yang terang mengenai pihak yang harus dihubungi.
Kini, yang dibutuhkan bukan saling melempar tanggung jawab, melainkan langkah nyata untuk memastikan ketertiban kawasan Pasar Pabean tetap terjaga tanpa mengabaikan kepentingan pedagang kecil.
Menunggu Klarifikasi Pihak Terkait
Hingga berita ini disusun, keterangan dari pihak Satpol PP, pengelola Pasar Pabean, serta petugas yang bertanggung jawab atas penataan parkir masih perlu diperoleh untuk memastikan duduk perkara secara utuh.
Apakah parkir di depan lapak tersebut memang melanggar ketentuan? Siapa yang berwenang menertibkannya? Dan bagaimana tindak lanjut atas keluhan pedagang?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dijawab secara terbuka agar persoalan ini tidak berhenti sebagai keluhan semata.(Red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar