![]() |
| Rockim, vokalis utama band punk rock BRAIN WASH |
Kepergian Rockim meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan sesama musisi, serta komunitas punk dan underground di Kota Batu. Bagi personel BRAIN WASH, kabar tersebut menjadi pukulan berat karena mereka masih menyimpan sejumlah rencana bermusik bersama almarhum.
Gitaris BRAIN WASH, Kurowo, mengaku terkejut ketika menerima kabar dari pihak keluarga. Sebelumnya, ia masih sempat berkomunikasi dengan Rockim mengenai kondisi kesehatannya.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Terus terang saya kaget dan seakan tidak menyangka. Beberapa minggu lalu kami masih sempat berkomunikasi. Saat itu almarhum menyampaikan sedang sakit dan menjalani perawatan di HCU Rumah Sakit Karsa Husada Batu,” ujar Kurowo.
Kesedihan personel BRAIN WASH semakin terasa karena Rockim masih memiliki rencana untuk kembali berkarya bersama band tersebut setelah kondisi kesehatannya membaik.
Salah satunya adalah proses rekaman lagu SUNALI. Setelah tampil dalam sebuah gigs, Rockim disebut telah menyatakan kesiapannya untuk mengisi bagian vokal dalam lagu tersebut.
“Usai manggung kami memang berencana melakukan rekaman lagu SUNALI, dengan take vocal diisi Rockim. Rencana itu sempat tertunda karena kami menunggu kondisinya pulih. Namun, siapa sangka akhirnya project yang sudah kami rencanakan itu tidak bisa terwujud,” tutur Kurowo.
Bagi para personel, rencana tersebut bukan sekadar proyek musik, tetapi menjadi bagian dari perjalanan BRAIN WASH yang selama ini tumbuh bersama kultur underground Kota Batu.
Duka serupa disampaikan drummer BRAIN WASH, Kentir. Ia mengenang Rockim sebagai sosok yang memiliki karakter vokal kuat dan menjadi salah satu identitas dalam perjalanan band.
Kentir mengaku terakhir bertemu Rockim sekitar sebulan sebelumnya, setelah almarhum menjalani perawatan di Rumah Sakit Karsa Husada Batu.
“Saya sedih sekali. Teman-teman di komunitas juga tidak menyangka kepergian Rockim begitu cepat. Memang sudah cukup lama tidak bertemu. Terakhir sekitar sebulan lalu, ketika dia baru keluar dari RS Karsa Husada. Kemudian secara tiba-tiba kami mendapat kabar kalau hari ini dia meninggal,” ungkap Kentir.
Kepergian tersebut sekaligus meninggalkan ruang kosong dalam tubuh BRAIN WASH. Rockim selama ini dikenal sebagai vokalis utama yang memberikan warna khas melalui karakter vokalnya.
Di tengah kesibukan masing-masing personel, baik karena pekerjaan maupun keluarga, aktivitas BRAIN WASH memang tidak selalu berjalan dengan jadwal pertunjukan yang padat.
Namun, menurut Kurowo dan Kentir, Rockim pernah berpesan agar kesibukan tidak menjadi alasan bagi mereka untuk berhenti berkarya.
“Almarhum pernah berpesan, walaupun kami semua terkendala kesibukan masing-masing, baik pekerjaan maupun rumah tangga, kami tetap harus fokus menyuarakan keadilan dan kritikan melalui karya sebuah lagu,” kata mereka.
Pesan tersebut kini menjadi salah satu kenangan yang akan terus dibawa oleh personel BRAIN WASH.
Pasca kepergian Rockim, posisi vokalis utama BRAIN WASH untuk sementara akan diisi oleh Kurowo yang selama ini juga memegang posisi sebagai gitaris.
Untuk kebutuhan permainan bass, BRAIN WASH tetap menggunakan additional player.
Bagi skena underground Kota Batu, kepergian Rockim bukan hanya kehilangan seorang vokalis, tetapi juga kehilangan sosok yang selama ini ikut menjaga semangat bermusik, kritik sosial, dan ekspresi melalui kultur punk rock.
Karya-karya yang telah ditinggalkannya bersama BRAIN WASH kini menjadi bagian dari jejak perjalanan Rockim di tengah skena musik underground Kota Batu.(Red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar