Antusiasme masyarakat terlihat sejak acara dimulai. Ribuan warga memadati jalan provinsi yang menjadi rute karnaval, mulai dari titik pemberangkatan hingga garis finis. Anak-anak, pemuda, hingga warga lanjut usia turut larut dalam kemeriahan perhelatan budaya tersebut.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., bersama Ketua DWP Kabupaten Malang dan jajaran Forkopimcam Pagak, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Sumberejo Pagak Manunggal Carnival.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat dalam memperingati kemerdekaan, tetapi juga mampu mempererat kebersamaan sekaligus menggerakkan perekonomian lokal dan pelaku UMKM.
“Saya sangat kagum melihat antusiasme masyarakat Sumberejo. Ribuan orang memadati jalan protokol. Anak-anak hingga lansia menjadi satu kesatuan dalam menjaga persatuan dan kebersamaan masyarakat,” ungkapnya.
Sumberejo Pagak Manunggal Carnival juga menghadirkan beragam atraksi seni dan budaya, mulai dari adat istiadat Jawa, kostum tradisional Nusantara, hingga berbagai kreasi peserta yang menunjukkan tingginya kreativitas masyarakat.
Beragam penampilan tersebut menjadi bukti bahwa semangat berkarya anak bangsa tidak terbatas. Setiap peserta menghadirkan konsep dan atraksi yang berbeda, sehingga sepanjang jalur karnaval dipenuhi suguhan visual yang menarik perhatian masyarakat.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah Srikandi Merah Putih, sebuah atraksi karya anak negeri yang dikemas dengan balutan budaya Jawa dan mengangkat cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat Sumberejo.
Kisah tersebut menggambarkan seorang nenek yang meminta sumber dari mata air tujuh sumur. Dalam cerita yang ditampilkan, sang ratu dan raja kemudian memberikan sesaji sebagai persembahan kepada kaki danyang yang berada di Padepokan Sumberejo.
Tradisi tersebut dalam kisah yang dibawakan dimaknai sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa agar masyarakat Sumberejo dijauhkan dari bala dan berbagai penyakit yang dapat menimpa desa.
Cerita rakyat tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal yang hingga kini masih melekat dalam kehidupan masyarakat dan tidak terpisahkan dari upaya melestarikan uri-uri budaya Jawa.
Kirab budaya Srikandi Merah Putih semakin menarik ketika dipadukan dengan kereta kencana yang dihiasi lampu LED warna-warni. Perpaduan tersebut memberikan nuansa spektakuler, sekaligus tetap mempertahankan karakter khas budaya Jawa yang kental.
Gelaran Sumberejo Pagak Manunggal Carnival akhirnya bukan sekadar perayaan HUT RI ke-81, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan, menampilkan kreativitas, serta menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal.
(Aries 99)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar