Rumah duka yang berada di Perumahan Sekar Putih Permai, Jalan Wijaya Kusuma Nomor 11, RT 36 RW 09, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, dipadati pelayat sejak pagi. Mereka datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Para pelayat tidak hanya berasal dari wilayah Malang Raya. Sejumlah tokoh dan sahabat almarhum dari berbagai daerah turut hadir. Rekan-rekan jurnalis lintas generasi tampak memenuhi rumah duka sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum selama berkecimpung di dunia pers.
Beberapa perwakilan dari lingkungan birokrasi Pemerintah Kota Batu juga terlihat hadir untuk menyampaikan rasa duka cita. Semasa hidupnya, Ryan dikenal sebagai pribadi yang sederhana, mudah bergaul, murah senyum, serta tidak pernah membeda-bedakan orang dalam menjalin persahabatan.
Salah seorang jurnalis asal Kota Batu, Dian, mengaku sangat kehilangan sosok yang dianggap berjasa besar dalam perjalanan hidupnya. Menurutnya, Ryan bukan hanya rekan kerja, tetapi juga mentor yang telah membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Dian mengenang bagaimana almarhum membimbingnya dari kehidupan jalanan hingga mampu berkarier sebagai wartawan profesional.
"Beliau yang mengajarkan saya banyak hal tentang jurnalistik sejak tahun 2003. Tanpa bimbingannya, mungkin saya masih menjalani kehidupan sebagai pengamen dan juru parkir. Saya merasa kehilangan sosok yang begitu berjasa dalam hidup saya," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Menurut Dian, Ryan merupakan figur yang sabar dalam membagikan ilmu, membentuk karakter, serta menanamkan nilai-nilai profesionalisme kepada para wartawan muda.
Putra almarhum, Fadilah, yang akrab disapa Ayik, menjelaskan bahwa sang ayah sempat mengalami pingsan sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.
Ia mengatakan, berdasarkan penjelasan tim medis, kondisi tekanan darah yang tinggi menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Almarhum sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Hasta Brata Kota Batu, namun tidak pernah kembali sadar hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Ryan Ariyanto Setiawan merupakan kelahiran Blitar pada tahun 1979. Namanya dikenal luas sebagai salah satu jurnalis senior di Malang Raya sebelum kemudian menekuni profesi sebagai pengacara.
Di mata banyak orang, almarhum adalah sosok yang rendah hati dan tidak segan berbagi pengalaman kepada generasi muda. Dedikasinya dalam menularkan ilmu jurnalistik telah melahirkan banyak wartawan yang kini berkiprah di berbagai media.
Kepergian Ryan Ariyanto Setiawan menjadi kehilangan besar bagi dunia jurnalistik Malang Raya. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pribadi yang bersahaja, peduli terhadap sesama, dan konsisten mengabdikan diri melalui ilmu yang dimilikinya.
Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan menghadapi cobaan ini.(Red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar