Berdasarkan data awal, kendaraan bernomor polisi L 8273 NH tersebut dikemudikan Suwono (35), warga Boyolali, Jawa Tengah. Truk diduga melaju dari arah Jombang menuju Surabaya sebelum akhirnya kehilangan kendali dan terperosok dari ketinggian sekitar lima meter ke saluran irigasi di bawah badan tol.
Kapolsek Gedeg, AKP Sukaren, menyampaikan bahwa dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah faktor kelelahan pengemudi. “Peristiwa terjadi pada pagi hari. Dugaan awal, pengemudi mengantuk sehingga tidak dapat mengendalikan kendaraan,” ujarnya kepada wartawan.
Benturan keras yang ditimbulkan sempat mengejutkan warga sekitar. Sejumlah saksi mengaku mendengar suara dentuman keras yang awalnya dikira ledakan ban atau kecelakaan di jalan bawah tol. Saat mendekati lokasi, warga mendapati truk sudah berada di dalam saluran irigasi dengan kondisi kabin ringsek.
Selain itu, bau solar yang menyengat sempat menimbulkan kepanikan. Warga khawatir terjadi percikan api yang dapat memicu kebakaran, mengingat adanya tumpahan BBM di sekitar lokasi. Aparat kepolisian bersama petugas terkait segera melakukan pengamanan area untuk mencegah risiko kebakaran maupun pencemaran lingkungan.
Beberapa warga turut membantu proses evakuasi sebelum tim medis dan petugas datang. Pengemudi berhasil dikeluarkan dari kabin dalam kondisi sadar, namun mengalami cedera serius pada bagian kaki. Saat ini korban menjalani perawatan di RSUD Basuni Gedeg dan dilaporkan dalam kondisi stabil.
Di sisi lain, aparat penegak hukum tengah menelusuri legalitas muatan solar yang diangkut.
Data awal menyebutkan volume muatan berkisar antara 5.000 hingga 8.000 liter, perbedaan yang kini menjadi bagian dari fokus penyelidikan. Polisi juga memeriksa dokumen distribusi guna memastikan status BBM tersebut, termasuk apakah termasuk kategori subsidi atau non-subsidi serta kesesuaian prosedur pengangkutannya.
Selama proses evakuasi dan penanganan lokasi kejadian, arus lalu lintas di ruas Tol Jombang–Mojokerto dilaporkan tetap terkendali. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta keabsahan distribusi solar yang diangkut.
Hingga saat ini, aparat masih melakukan pendalaman terhadap faktor teknis kecelakaan serta kelengkapan dokumen pengangkutan BBM. Perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan secara resmi oleh pihak berwenang dalam waktu dekat.(Red)


