![]() |
| Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Polres Malang dalam rangka penyusunan Naskah Karya Akhir Perseorangan (Naskap) Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026 |
Kegiatan tersebut diprakarsai Serdik Sespimmen Polri Kompol Ghanda Syah Hidayat dengan mengusung tema “Optimalisasi Kerjasama Polres Malang dengan Instansi Terkait Guna Meningkatkan Efektivitas Penanggulangan Curat, Curas, Curanmor (3C) dalam Rangka Terpeliharanya Stabilitas Kamtibmas.”
FGD menghadirkan Wakapolres Malang Kompol Fahmi dan Kompol Ghanda Syah sebagai narasumber. Forum tersebut membahas sejumlah strategi untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Dalam diskusi, Kompol Fahmi menekankan bahwa penanggulangan 3C membutuhkan kerja sama lintas sektor yang tidak berhenti pada koordinasi secara administratif. Sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, perangkat kewilayahan hingga tokoh masyarakat dinilai perlu diwujudkan dalam langkah nyata di lapangan.
Sementara itu, Kompol Ghanda Syah mendorong pemanfaatan teknologi dan integrasi data antarinstansi untuk mengidentifikasi serta memetakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kejahatan tinggi.
Menurutnya, pemetaan tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan pola pencegahan, penempatan personel, hingga peningkatan pengawasan di sejumlah titik yang dinilai rawan.
Penguatan sistem keamanan berbasis masyarakat juga menjadi salah satu perhatian dalam FGD. Poskamling serta peran Satpol PP dinilai dapat dioptimalkan sebagai bagian dari sistem pencegahan, sehingga ruang gerak pelaku kejahatan dapat dipersempit sebelum tindak pidana terjadi.
“Penanganan kasus 3C tidak bisa hanya mengandalkan tindakan penegakan hukum oleh kepolisian belaka. Dibutuhkan sistem pencegahan terpadu yang melibatkan seluruh elemen instansi teknis dan partisipasi aktif masyarakat,” ujar Kompol Ghanda Syah.
Berbagai masukan dalam FGD tersebut selanjutnya akan dirumuskan menjadi bagian dari Naskap. Hasil kajian diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis dan aplikatif yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Usai kegiatan FGD, agenda dilanjutkan dengan bakti sosial di Panti Asuhan Al-Khalifah, Jalan Delima, Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen.
![]() |
| Dok : Polres Malang |
Baksos tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dengan membawa pesan kepedulian sosial. Bantuan diberikan sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak yatim piatu serta pengurus panti, sekaligus diharapkan dapat menumbuhkan empati dan kepedulian antarsesama.
Rangkaian kegiatan ini tidak hanya diarahkan pada penguatan strategi keamanan, tetapi juga menunjukkan pentingnya keterlibatan sosial dalam membangun hubungan yang lebih dekat antara institusi kepolisian dan masyarakat.(Ys)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar