Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang, Hasan Rohmad, menyampaikan keprihatinan mendalam atas informasi tersebut, terlebih dengan adanya indikasi ketidaksesuaian antara jumlah siswa di lapangan dan data yang tercantum dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Dewan Pendidikan menegaskan bahwa integritas data pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Oleh karena itu, laporan mengenai dugaan data siswa fiktif dinilai sebagai persoalan serius yang tidak dapat ditoleransi.
“Perlu dilakukan verifikasi lapangan secara menyeluruh untuk memastikan bahwa siswa yang terdaftar dalam sistem benar-benar ada dan memperoleh layanan pendidikan sebagaimana mestinya,” tegas Hasan Rohmad dalam pernyataan resminya, Selasa (20/01).
Selain persoalan data, Dewan Pendidikan juga menyoroti dugaan pelaksanaan KBM yang hanya berlangsung satu hari dalam sepekan. Kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan serta kalender akademik yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Dewan Pendidikan berencana memberikan rekomendasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang untuk melakukan audit menyeluruh terhadap jadwal mengajar guru, kehadiran siswa, serta aktivitas pembelajaran harian di sekolah tersebut.
Lebih lanjut, Dewan Pendidikan juga mencermati bahwa SDN 1 Batuporo Timur masih tercatat sebagai penerima sejumlah program bantuan pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan alokasi dana operasional lainnya.
“Setiap rupiah uang negara harus dipastikan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa yang nyata, bukan sekadar tercatat dalam administrasi,” ujar Hasan Rohmad.
Dewan Pendidikan menyatakan mendukung penuh langkah pembinaan hingga tindakan administratif tegas apabila terbukti terjadi manipulasi data atau pembiaran terhadap ketidakaktifan kegiatan belajar mengajar. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga marwah dan kredibilitas dunia pendidikan di Kabupaten Sampang.
Di akhir pernyataannya, Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang mengapresiasi peran masyarakat dan insan pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Seluruh elemen masyarakat diimbau untuk terus proaktif melaporkan kejanggalan dalam penyelenggaraan pendidikan di wilayah masing-masing.
“Partisipasi publik sangat penting demi terwujudnya pendidikan yang berintegritas dan berkualitas, sejalan dengan cita-cita Sampang Cerdas,” pungkasnya.(Red)


